Jakarta (ANTARA) - Zoom menjawab kekhawatiran publik soal keamanan platform konferensi video mereka yang saat ini sedang banyak digunakan untuk menunjang kerja dan belajar dari jarak jauh, mereka mengklaim platform tersebut aman.

"Di Zoom, memastikan privasi dan keamanan pengguna kami, termasuk data, merupakan prioritas utama kami. Kami ingin menanggapi beberapa kekhawatiran terhadap kebijakan privasi Zoom," demikian bunyi pernyataan dari Zoom, atas nama Chief Legal Officer, Aparna Bawa, tertanggal 29 Maret 2020.

Zoom dalam tulisan tersebut menyatakan tidak pernah menjual data pengguna dan "tidak berniat menjual data pengguna". Platform tersebut mengaku hanya mengambil data yang diperlukan untuk menggunakan layanan konferensi video, antara lain alamat IP pengguna, rincian perangkat dan sistem operasi yang digunakan.

Mereka mengklaim tidak pernah menyimpan isi rapat, termasuk video, audio dan obrolan kecuali pertemuan tersebut memang direkam oleh pengguna yang bertindak sebagai administrator.

Baca juga: Smartfren gandeng Zoom hadirkan layanan video telekonferensi

Baca juga: Aplikasi-aplikasi ini permudah WFH


"Partisipan diberi tahu, baik melalui audio maupun video, jika pengurus merekam rapat tersebut di Zoom, mereka memiliki pilihan untuk ikut atau meninggalkan rapat," kata Zoom.

Rekaman pertemuan di Zoom bergantung pada keputusan administrator, apakah mereka mau menyimpan di penyimpanan lokal atau lewat komputasi awan Zoom.

"Kami memiliki akses kontrol untuk mencegah akses ilegal ke rekaman rapat yang disimpan di cloud kami".

Zoom juga menyatakan tidak mengawasi rapat atau konten yang ada selama pertemuan virtual.

Berkaitan dengan akses ke pihak ketiga, Zoom menyatakan tidak pernah memberikan data, termasuk audio, video dan obrolan kepada pihak ketiga untuk keperluan iklan.

Zoom menyarankan untuk mematikan "cookie preferences "di situs zoom.us agar tidak mendapatkan iklan target tentang aplikasi tersebut.

Baca juga: Rapat virtual pakai Zoom tidak aman, video tidak dienkripsi

Baca juga: Pakai Zoom untuk telekonferensi aman?

Baca juga: Tips konferensi video lancar saat WFH

 

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2020