Manila, Filipina (ANTARA) - Atlet modern pentathlon Dea Salsabila Putri tampil cemerlang pada laga debutnya di SEA Games 2019 Filipina setelah mampu menyumbangkan dua medali emas bagi kontingen Indonesia.

Emas kedua yang mampu direbut Dea di Subic Bay Boardwalk, Subic, Filipina, Jumat, dari nomor Beach Triatle Women Individual. Sebelumnya atlet berhijab itu meraih emas pada nomor Laser Run Women Individual.

Pada nomor Beach Triatle Women Individual, Dea harus bertanding tiga cabang sekaligus yaitu lari, berenang dan menembak dan membukukan catatan waktu 19 menit dan 52,73 detik. Ia menjadi yang terbaik dari tujuh peserta.

"Ini SEA Games pertama saya dan Alhamdulillah dapat dua emas. Kebetulan Modern Pentatlon sendiri baru pertama kalinya di SEA Games,'' kata Dea Salsabila Putri dalam keterangan resminya.

Di Beach Triatle Women medali perak direbut oleh atlet Thailand Sanruthai Aransiri dengan membukukan waktu 20 menit 50,97 detik, sementara atlet tuan rumah, Princess Arbilon, berada di urutan ketiga atau merebut perunggu dengan catatan waktu 21 menit 29,36 detik.

Baca juga: Modern Pentathlon diuntungkan oleh cuaca panas di Subic

Baca juga: Indonesia tambah dua medali emas dari pentathlon modern


Dea mengaku untuk menghadapi SEA Games 2019 ini dirinya berlatih secara rutin kurang lebih selama enam bulan yang salah satunya di Ancol, Jakarta. Apalagi banyak nomor yang diikuti.

Selain Beach Laser Run Women Individual dan Beach Triatle Women Individual, Dea juga turun di nomor Beach Laser Run mix Relay. Sebelumnya, Dea hanya turun di nomor Tetra dan Pentak.

Atlet modern pentathlon Indonesia lainnya, Cintya Nariska, yang awalnya finis di posisi kedua di bawah Dea dengan selisih waktu 9,290 detik, batal naik podium peraih perak karena adanya aturan yang sudah di sepakati pada pertemuan delegasi, yang kemudian menetapkan untuk hanya ada satu perwakilan dari negara peserta yang bisa naik ke atas podium.

Sementara itu di sektor putra, Muhammad Taufik, berhasil memastikan medali perunggu dengan catatan waktu 17 menit dan 37,76 detik. Ia dikalahkan atlet Filipina, Michael Ver Anton Comaling dengan catatan waktu 17 menit dan 8,87 detik. Perak menjadi milik wakil Thailand, Phurit Yohuang, dengan waktu 17 menit dan 19,83 detik.

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Teguh Handoko
Copyright © ANTARA 2019