Semarang (ANTARA) - Keluarga besar Kiai Haji Maimoen Zubair merelakan jenazah ulama karismatik yang akrab disapa Mbah Moen itu untuk dimakamkan di Kota Mekkah, Arab Saudi.

"Alhamdulillah keluarga sudah merelakan Abah dimakamkan di Mekkah," kata salah seorang putra Mbah Moen, Kiai Haji Majid Kamil di Kabupaten Rembang, Selasa.

Gus Kamil, sapaan akrab KH Majid Kamil, mengungkapkan bahwa pihak keluarga tidak ada yang mendapat wasiat terkait dengan tempat pemakaman Mbah Moen yang wafat saat menunaikan ibadah haji itu.

Baca juga: Ulama kharismatik KH Maimun "Mbah Moen" Zubair wafat di Mekkah

"Dari keluarga tidak ada yang diwasiati beliau minta dimakamkan di sana, tapi banyak orang yang mengatakan Abah ingin meninggal dan dimakamkan di Mekkah," ujarnya.

Dalam waktu dekat Gus Kamil bersama Taj Yasin Maimoen yang saat ini menjabat Wakil Gubernur Jawa Tengah, akan berangkat ke Mekkah mewakili keluarga.

"Rencananya saya bersama Yasin (berangkat ke Mekkah)," katanya.

Dalam kesempatan tersebut Gus Kamil mengajak masyarakat untuk mendoakan Mbah Moen dengan melaksanakan shalat gaib usai maghrib.

"Kami sekeluarga mengharap kepada masyarakat setelah maghrib bisa melaksanakan shalat gaib untuk mendoakan Abah," ujarnya.

Seperti diwartakan, Mbah Moen wafat dalam usi 91 tahun di Kota Mekkah, Arab Saudi, pada hari ini pukul 04.17 waktu setempat.

Baca juga: Dua rencana lokasi pemakaman Mbah Moen
Baca juga: Mbah Moen dimakamkan di Mekkah
Baca juga: Mbah Moen akan dimakamkan di Al Ma'la menurut keluarga