Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman siap menyukseskan program transmigrasi yang dilaksanakan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Salah satunya melalui program strategis jangka panjang yakni Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) dengan menyerahkan berbagai bantuan pertanian seperti benih, bibit, dan perluasan lahan.

"Saya kira konsep membangun desa itu artinya adalah membangun republik ini. Intinya sama, kita ingin meningkatkan kesejahteraan petani-petani yang ada di daerah transmigrasi," kata Amran dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis.

Saat menghadiri Rapat Koordinasi Transmigrasi yang diselenggarakan Kemendes PDTT di Jakarta, Kamis, Mentan mengatakan kerja sama Kementan dengan Kemendes PDTT dalam pembangunan pertanian dan peningkatan kesejahteraan petani sudah berjalan sejak lama, tepatnya sejak empat setengah tahun lalu.

Alhasil, kerja sama antardua kementerian ini meningkatkan produksi, menurunkan inflasi dan menaikkan kesejahteraan petani.

"Kemendes dan Kementan sudah lama membangun sinergi. Sejak awal kita sudah melakukan pendekatan dengan banyak program yang sudah kita canangkan. Termasuk membangun embung, kemudian meningkatkan produktivitas dan menyiapkan bibit unggul," kata Mentan.

Kerja sama lain yang juga cukup membanggakan, sambung Amran, yakni meningkatnya ekspor pertanian berikut produk pertanianya hingga 500 persen. Peningkatan ini merupakan peningkatan tertinggi di sepanjang sejarah Republik Indonesia.

Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo menekankan pentingnya infrastruktur yang baik guna menunjang daerah-daerah transmigrasi yang perlu mendapat perhatian. Langkah ini juga sekaligus untuk menyumbang pertumbuhan gross domestic product (GDP) secara nasional.

"Jadi daerah-daerah yang masih terekspos dengan biaya ekonomi tinggi akan naik tingkat konsumsinya menjadi lebih baik lagi. Dalam hal ini, kami banyak dibantu oleh K
kementerian lain dalam pengembangan kawasan transmigrasi tersebut, termasuk dari Kementerian Pertanian," katanya.

Eko menambahkan, ada 42 kawasan yang menjadi target pembangunan berkala sampai akhir tahun. Ke-42 kawasan itu tersebar di seluruh Indonesia.

"Kami sedang menyiapkan lahan bersama pemerintah daerah baik yang telah mengirim atau daerah yang menerima seperti dari Jawa, Bali, Sumatera dan Kalimantan. Upaya ini dilakukan untuk mencegah adanya kesenjangan," kata Eko.

Baca juga: Pemerintah bangun 50 kawasan transmigrasi dalam lima tahun
Baca juga: Jusuf Kalla: Transmigrasi harus dapat tingkatkan produktivitas
Baca juga: Eko Putro: Hasil karet akan digunakan untuk aspal