Pontianak (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan Kabupaten Sanggau akan mendapatkan bantuan sebesar Rp14 miliar dari program Rural Empowerment And Agricultural Development Scaling Up Initiative (READ-SI) dalam mengembangkan sektor pertanian di wilayah itu.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan Kabupaten Sanggau, John Hendri saat dihubungi di Sanggau, Rabu mengatakan READ-SI ini merupakan program kerja sama antara pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian dengan Fund for Agricultural Development (IFAD), badan keuangan atau dana internasional untuk pengembangan pertanian.

"Untuk Kalimantan Barat, cuma Kabupaten Sanggau dan Sambas yang dapat program ini," ujarnya.

Dijelaskan, program ini akan berlangsung selama lima tahun yang dimulai dari 2019 hingga 2023.

"Untuk Kabupaten Sanggau dalam program ini mendapatkan alokasi anggaran sebanyak Rp14 miliar selama lima tahun," ungkapnya.

Menurut John, pada awal program ini, akan menyasar penguatan kapasitas tenaga lapangan, mulai dari penyuluh maupun tenaga pendamping lainnya. Untuk tahun kedua, tambahnya, program ini akan menyasar penguatan kelompok tani, contohnya untuk pengadaan saprodi, alsintan dan lainnya.

"Untuk tahun ketiga, program ini bakal menyasar bagaimana proses temu usaha atau bisnis," jelasnya.

Ditambahkan John, untuk tahun ketiga, dilanjutkan dengan pemasaran, tahun ke empat terkait keterlibatan lembaga keuangan pendukung dan terakhir adalah pemasaran hasil.

"Saat ini sebenarnya yang dibahas itu bagaimana mengerjakan kegiatan di lapangan, dan program ini sudah ada, kemudian usulan petani sudah ada. Itulah yang saya katakan, ada sekolah lapangan atau SL. Nah, tinggal kita bicara bagaimana menyiapkan administrasinya, SPJ- nya dan data pendukung lainnya, karena ini dana hibah, yang awalnya harus didukung dulu oleh APBD," katanya.

Dikatakan, program READ-SI adalah program pemberdayaan masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan. Untuk di Kabupaten Sanggau, ada tiga kecamatan yang menjadi fokus pembinaan yakni Beduai, Sekayam dan Entikong.

"Tujuannya mengurangi angka kemiskinan. Kalau petani sudah mampu menguasai misalnya teknik pertanian, diharapkan para petani kita mendapatkan hasil yang maksimal sehingga ekonomi mereka meningkat," katanya.

Baca juga: Antam salurkan bantuan untuk pengembangan wisata Danau Laet Sanggau

Baca juga: Kalbar lanjutkan kerjasama dengan Prancis di bidang lingkungan