Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, akan mengembangkan dan membangun industri kecil dan menengah (IKM) berbasis kopi dan kakao untuk meningkatkan ekonomi rakyat.

"Komitmen pemerintah untuk memfasilitasi anak-anak muda yang memulai bisnisnya berbasis kopi dan coklat, agar di Jember merek kopi dan coklat dapat bermanfaat untuk ekonomi kerakyatan," kata Bupati Jember, Faida yang disampaikan dalam focus group discussion (FGD) di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia di Jember, Selasa.

FGD tersebut mengangkat tema "Mewujudkan pembangunan agroindustri berbasis kopi dan kakao dalam menciptakan coffe and cocopreneur inovatif" yang dihadiri forum pimpinan daerah dan Direktur Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia Agung Wahyu Susilo.

Baca juga: Kemenperin pacu daya saing desain IKM lewat ajang IGDS 2019

Ia mengatakan pihaknya akan melibatkan Puslit Kopi dan Kakao Indonesia dalam menyiapkan 1.000 gerobak untuk usaha coklat Jember menjadi satu branding coklat berjaringan ala Jember.

Selain itu, lanjut dia, Pemkab Jember akan berusaha membuat regulasi untuk mengamankan produk-produk di Jember dan mengamankan produk hulu hilir berbasis kopi dan kakao dalam satu peraturan daerah dan peraturan bupati.

"Kami akan memfasilitasi IKM-IKM di Jember dan Pemkab Jember siap membantu anggaran khusus dialokasikan untuk pengembangan industri perdagangan dan jasa yang berbasis kopi dan kakao di Jember," tuturnya.

Baca juga: Kemenperin lahirkan 'startup' kerajinan dan batik

Menurutnya Pemkab Jember telah mengirimkan delegasi yang dipimpin oleh Wakil Bupati Abdul Muqit Arief ke Belgia dan delegasi itu untuk merespon keinginan pihak Belgia, agar Jember mengambil peran menyuplai coklat dengan pendampingan sistem fermentasi standar Belgia.

"Untuk itu, diperlukan peran Puslit Koka Indonesia tentang penelitian coklat, sehingga apabila masyarakat komunitas petani ingin merespon hal itu, maka Pemkab Jember siap memfasilitasi dengan memilih kluster-kluster di desa dan wilayah untuk kopi dan kakao," katanya.

Sementara Direktur Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia Agung Wahyu Susilo mengatakan awalnya Puslit Kopi dan Kakao Indonesia membuat suatu inovasi alat mesin proses produksi coklat dan kopi skala UKM atau skala rumah tangga.

Baca juga: Kemenperin: IKM serap hingga 60 persen tenaga kerja industri

"Untuk pengembangannya bekerjasama dengan pemerintah daerah maupun swasta, serta daerah lainnya hingga ada beberapa IKM berbasis coklat seperti di Mojokerto dan Blitar," katanya.

Menurutnya adanya produk kopi dan kakao di Jember yang dibina lembaganya tersebut ke depannya harus dikembangkan untuk pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi kerakyatan karena industri di Jember sangat potensial yang ditopang oleh penduduk yang banyak, infrastruktur dan dukungan regulasi yang disampaikan Bupati Jember yang mendukung pengembangan IKM.

"Tinggal bagaimana sinergi untuk bersama-sama mempercepat terwujudnya IKM, sehingga tujuan meningkatkan masyarakat di Jember segera tercapai," ujarnya.