Jakarta (ANTARA) - Anggota DPR RI Haryo Soekartono meminta pemerintah ikut mengatasi berbagai kesulitan yang dihadapi industri maritim nasional.

"Kami memohon perhatian dari pemerintah pusat untuk lebih memperhatikan terhadap maritim karena industri yang memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia termasuk di sektor pariwisata,” ujar anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Soekartono dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis.

Bambang mengatakan bahwa industri maritim nasional baik industri perikanan, galangan kapal, maupun industri pelayaran masih mengalami kesulitan akibat kurangnya fasilitas yang diberikan atau disediakan oleh pemerintah.

Sebagai contoh, hampir 50 persen galangan kapal mengalami kesulitan karena kurangnya fasilitas sehingga karyawan yang bekerja disana banyak yang beralih profesi sebagai pengemudi ojek daring (online).

Industri pelayaran juga mengalami masalah dimana kurangnya perhatian pemerintah terhadap fasilitas pelayaran serta tingginya bunga bank.

Ia mengharapkan pemerintah memberikan perhatiannya terhadap industri maritim nasional, mengingat industri ini dapat memberikan sumbangsih terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sebelumnya pelaku usaha galangan kapal yang tergabung dalam Ikatan Perusahaan Industri Kapal Dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) meminta keringanan fasilitas perbankan yang saat ini dinilai memberatkan.

Ketua Umum Iperindo Eddy Kurniawan Logam menyebutkan saat ini bunga dari pinjaman bank untuk industri galangan kapal masih sekitar 12 persen serta pengembalian dengan tenor lima sampai tujuh tahun.

Untuk itu pemerintah diharapkan dapat menurunkan bunga kredit menjadi tujuh persen dan perpanjangan tenor pengembalian menjadi 15 tahun.

Baca juga: Industri galangan kapal minta keringanan fasilitas perbankan
Baca juga: Ketua DPR minta industri galangan kapal diperkuat