Jakarta (ANTARA) - Director of Human Capital Management PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Hadjar Seti Adji menegaskan pihaknya sebagai salah satu badan usaha milik Negara (BUMN) juga turut membangun sumber daya manusia (SDM) sesuai program pemerintahan Presiden Joko Widodo periode kedua.

“Waskita Karya banyak membangun infrastruktur di Indonesia, dan kami merasakan itu hanya pembangunan fisik, tetapi penting bagi kami untuk membangun SDM-nya,” kata Hadjar seusai memberikan motivasi di seminar kebangsaan untuk 360 siswa se DKI Jakarta di aula Ahmad Yani, Kodam Jaya, Jakarta, Kamis.

Hadjar berharap dengan pembangunan SDM yang berkualitas dapat menyiapkan generasi muda para penjaga kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dia menjelaskan salah satu program yang dilaksanakan Waskita Karya yakni seminar kebangsaan bekerja sama dengan Kodam Jaya/Jayakarta yang sudah digelar selama
enam kali.

Baca juga: Terapkan ISO 45001, Waskita tingkatkan kompetensi SDM
“Seminar itu diagendakan hingga akhir tahun 2019,” ujarnya.

Kegiatan itu untuk membentuk karakter bangsa pada generasi muda dalam pembentukan karakter yang religius, peduli lingkungan, peduli sosial dan juga memiliki semangat kerja keras dan toleransi.

Kegiatan itu juga bagian dari program badan usaha milik Negara (BUMN) untuk negeri, dimana program itu harus dirasakan untuk semua masyakat dari level dan usia manapun. Sehingga para generasi muda turut merasakan kehadiran BUMN.

Hadjar berharap para siswa SMA atau SMK yang mengikuti seminar kebangsaan memiliki kecintaan terhadap tanah air, sehingga dapat mengurangi pengaruh budaya-budaya luar di kehidupan generasi muda.

“Kami memberikan pondasi yang kuat, sebelum nantinya mereka melompat kemana pun tujuan mereka,” jelas Hadjar.

Dia menyatakan selama pelaksaan program, antusiasi peserta sangat besar. Para peserta kata Hadjar biasanya setelah lulus sekolah berkabar melalui email kepada dirinya, tentang hasil seminar yang sudah mereka dapatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Progam seminar itu kata Hadjar menggunakan alokasikan dana tanggungjawab sosial atau corporate social responsibility (CSR).

“Kami tidak hanya memberikan motivasi, tetapi juga memberikan penghargaan bagi sekolah dan siswa berprestasi untuk memicu mereka terus berprestasi,” jelas Hadjar.
Baca juga: Waskita Karya alokasikan Rp20 miliar dana tanggungjawab sosial
Baca juga: Waskita Karya-Kodam Jaya beri motivasi kebangsaan untuk generasi muda