New Orleans (ANTARA) - Kota New Orleans dilanda banjir di banyak tempa pada Rabu (10/7) akibat hujan lebat yang dipicu susunan udara.

Sementara itu, petugas prakiraan cuaca memperingatkan susunan udara seperti itu bisa berkembang jadi badai yang mampu merendam wilayah dataran rendah AS tersebut.

Susunan cuaca yang terbentuk di Teluk Meksiko itu diperkirakan meningkat pada pekan ini hingga menjadi badai tropis kuat kedua tahun ini.

Peningkatan susunan tersebut akhirnya bisa menjadi badai Atlantik pertama pada 2019 saat badai bergerak lebih dekat ke daratan, kata petugas prakiraan cuaca.

Para pejabat New Orleans memperingatkan bahwa satu badai dapat membawa angin kencang ke mulut Sungai Mississippi hingga mampu membuat permukaan air sungai naik sampai 6 meter di atas permukaan air laut --cukup tinggi untuk membuat air membanjiri beberapa bagian tanggul yang melindungi kota itu.

Topan tersebut diperkirakan memasuki daratan di sebelah barat New Orleans pada Sabtu (13/7), kata ahli badai senior di National Weather Service Jack Beven.

Gubernur Louisiana John Bel Edwards mengumumkan keadaan darurat di seluruh negara bagian pada Rabu. "Jangan ada yang menganggap remeh topan," kata Edwards dalam satu taklimat.

Air Sungai Mississippi sudah meluap akibat hujan sebelumnya di daerah hulu, katanya.

New Orleans telah beberapa kali diterjang topan yang memorakporandakan kota itu, termasuk oleh Badai Katrina 2005 yang membuat sebagian besar kota terendam air, menewaskan ratusan warga serta membuat130.000 mengungsi.

Sumber: Reuters
​​​​​​​
Baca juga: Lebih dari seribu warga masih hilang setelah badai Michael

Baca juga: Badai terjang pantai timur Amerika Serikat, 2.400 penerbangan dibatalkan