Jakarta (ANTARA) - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan ini diprediksi cenderung melemah dipicu faktor eksternal dan minimnya sentimen domestik.

IHSG awal pekan dibuka melemah 13,26 poin atau 0,21 persen ke posisi 6.360,21. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak turun 3,51 poin atau 0,34 persen menjadi 1.015,22.

"Perkiraan pasar, IHSG pada pekan ini berpeluang bergerak mixed dengan kecenderungan melemah akibat ketidakpastian perang dagang, sementara sentimen dari dalam negeri terbilang minim," kata Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Senin.

Dari eksternal, lanjut dia, China melalui Kementerian Perdagangannya mengatakan bahwa semua pungutan yang dikenakan pada impor negara yang diberlakukan oleh Amerika Serikat (AS) harus segera dihapuskan sebagai bagian dari kesepakatan perdagangan. Menurut lembaga ini kesepakatan itu harus seimbang, setara, dan saling menguntungkan.

China menyambut keputusan AS untuk tidak menambah pajak baru pada barang-barang China. Sementara itu, Trump mengatakan beberapa pajak tetap di posisinya untuk periode waktu yang substansial, bahkan melampaui perjanjian perdagangan apapun.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain Indeks Nikkei melemah 190,64 poin (0,88 persen) ke 21.555,74, Indeks Hang Seng melemah 452,83 poin atau 1,57 persen ke 28.322, dan Indeks Straits Times melemah 32,3 poin (0,96 persen) ke posisi 3.334,51.

Baca juga: IHSG akhir pekan ditutup melemah dipicu aksi ambil untung

Baca juga: Bursa Hong Kong anjlok, Indeks Hang Seng dibuka turun 261,69 poin

Baca juga: Bursa China melemah, Indeks Komposit Shanghai dibuka turun 0,44 persen