Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Bengkulu berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) mulai membebaskan lahan terkena proyek jalan tol yang menghubungkan Provinsi Bengkulu dengan Sumatera Selatan.

“Surat Keputusan Penetapan Lokasi (Penlok) pembangunan jalan tol sudah saya tandatangani, artinya proses pembebasan lahan segera dimulai,” kata Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah di Bengkulu, Senin.

Ia mengatakan telah menyediakan anggaran pembebasan lahan masyarakat yang dilalui proyek tol tersebut dan mekanisme ganti rugi juga telah dibahas bersama BPN.

Menurutnya, sembari proses ganti rugi lahan berjalan, kegiatan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek direncanakan digelar pada pekan pertama Agustus mendatang.

Untuk itu Rohidin berharap proses pembebasan lahan ini bisa berjalan dengan lancar sesuai rencana. Ia berharap masyarakat mendukung proyek ini demi kemajuan daerah.

Sementara Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Bengkulu, Danu Ismadi mengatakan, saat ini tim apresial tengah menghitung nilai ganti untung lahan yang dilewati jalan tol sepanjang 95,8 kilometer. "Kami akan hitung dulu nilai ganti untungnya baru nanti dibayarkan," katanya.

Nilai ganti untung lahan yang dilalui jalan tol ini nantinya akan tetap mengikuti harga pasar. "Intinya kita mau semua yang dibebaskan lahannya untung, tetapi harganya sesuai nilai pasar tidak lebih dari itu," katanya.

Proyek pembangunan tol ini akan dilakukan dalam 3 seksi yaitu Kota Bengkulu menuju Taba Penanjung Bengkulu Tengah, dilanjutkan menuju Kepahiang dan tahapan ketiga menuju Rejang Lebong. Pembangunan tol ini ditargetkan selesai dan mulai dioperasikan pada 2020 mendatang.*


Baca juga: Pembangunan Tol Palembang-Bengkulu segera masuki penetapan lokasi

Baca juga: Menteri PUPR sebut Tol Lubuk Linggau-Curup-Bengkulu dorong pertumbuhan