Jakarta (ANTARA) - Jenderal (Purn) TNI AM Hendropriyono mengajak seluruh purnawirawan dan anggota TNI aktif kembali memegang teguh Sumpah Prajurit dan Sapta Marga asli.

Menurut dia, adanya informasi tiga persen perwira TNI aktif yang terpapar radikalisme lantaran tidak memegang teguh Sumpah Prajurit dan Sapta Marga asli.

"Karena itulah menurut saya kita mesti kembali dulu (kepada Sumpah Prajurit dan Sapta Marga asli). Kalau kita tersasar jalan, kita pulang dulu supaya kita lihat lagi," kata Hendropriyono dalam acara halalbihalal dengan purnawirawan TNI, di Jakarta, Jumat.

Hendropriyono mengatakan Sumpah Prajurit dan Sapta Marga asli dicetuskan oleh tokoh-tokoh berjiwa pejuang yang kala itu belum terdistorsi seperti saat ini.

"Oleh karena itu kita kembali ke situ dulu," ujar dia.

Hendropriyono pribadi tidak mengetahui pasti, benar tidaknya informasi adanya tiga persen perwira TNI aktif yang terpapar paham radikalisme, sebab dirinya sudah purnawirawan.

Namun dia mengajak seluruh purnawirawan untuk tidak memelopori ke arah-arah keliru seperti radikalisme itu.

"Kasihan yang masih muda," jelas dia.

Dalam acara halalbihalal Hendropriyono dengan purnawirawan TNI, turut digelar sesi pembacaan Sumpah Prajurit asli oleh Wakil Presiden keenam RI yang hadir, yakni Try Sutrisno.

Isi Sumpah Prajurit asli sebagai berikut:

1. Setia kepada pemerintah dan tunduk kepada Undang-Undang dan Ideologi Negara.

2. Tunduk kepada hukum tentara.

3. Menjalankan segala kewajiban dengan penuh rasa tanggung jawab kepada tentara dan Negara Republik Indonesia.

4. Memegang teguh disiplin tentara berarti tunduk, setia, hormat serta taat kepada atasan dengan tak membantah perintah atau putusan.

5. Memegang segala rahasia tentara sekeras-kerasnya.
Baca juga: Prabowo sebut pernyataan Hendropriyono berpotensi pecah belah bangsa