Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat sore, menguat pasca Bank Indonesia menyebutkan bahwa suku bunga berpeluang turun.

Rupiah menguat 28 poin atau 0,19 persen menjadi Rp14.155 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.183 per dolar AS.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Jumat, mengatakan Gubernur Perry Warijyo Kamis (20/6) lalu menyatakan ada ruang untuk penurunan suku bunga BI 7 Day Reverse Repo Rate.

"Jika ini terwujud, maka dunia usaha maupun rumah tangga akan lebih bergairah dan siap berekspansi," ujar Ibrahim.

Kebijakan BI yang kembali mempertahankan suku bunga acuan di tingkat 6 persen dan menurunkan Giro Wajib Minimun (GWM) 50 basis poin dinilai dapat meningkatkan likuiditas perbankan sehingga meningkatkan pertumbuhan kredit menjadi 10-12 persen.

"Ini tentu menjadi jaminan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Dengan prospek derasnya arus modal plus pertumbuhan ekonomi yang lebih baik, rupiah dalam perdagangan hari ini ditutup menguat," kata Ibrahim.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat Rp14.130 dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.095 per dolar AS hingga Rp14.67 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Jumat ini menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp14.116 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.236 per dolar AS.

Baca juga: Rupiah diprediksi melemah akhir pekan setelah 2 hari menguat
Baca juga: Rupiah Jumat pagi menguat 61 poin