Ambon (ANTARA) - Psikolog perdamaian Dwi Prihandini menyatakan, konseling penting bagi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) untuk mendapatkan penguatan dan dukungan dari masyarakat.

"Komunitas ODHA perlu mendapat penguatan agar mampu mengenali kekuatan diri, pertumbuhan paska trauma, cara bangkit dari masalah dan mengetahui bahwa pengalaman yang dialami merupakan pengalaman yang persis sama dan bisa menerima dirinya dengan baik," jelasnya saat melakukan sharing dengan komunitas ODHA di kota Ambon, Rabu.

Ia mengatakan, sharing dengan komunitas ODHA pihaknya bersinergi dengan komunitas Rumah Beta di Ambon, untuk merangkul ODHA.

"Sebagai psikolog perdamaian saya bersempatan memberikan materi mengenai pertumbuhan paska trauma sebagai "surviver" ODHA,dengan harapan mereka bisa mendapatkan penguatan," tambahnya.

Ia mengakui, penting bagi komunitas ODHA untuk bisa berinteraksi, sosialisasi dan juga diterima dengan lebih baik di masyarakat.

"Hingga saat ini masih banyak sekali stigma negatif yang disematkan kepada ODHA oleh masyarakat, karena itu sosialisasi dan interaksi dengan ODHA penting agar tidak ada jarak atau perbedaan, karena pada dasarnya kemanusiaan itu setara," terangnya.

Respon Odha, lanjutnya juga sangat baik yakni bagaimana mengakumulasi pengalaman trauma yang selama ini dialami, baik kendala dan ketidaknyamanan, serta cara menanggulangi ketidaknyamanan sehingga bisa menjadi role model begi penderita lainnya.

Sharing hari ini melibatkan 29 ODHA di kota Ambon dengan harapan tetap optimis dan berdaya, serta mampu bangkit jika ada kendala dalam kehidupan.

"Kesempatan ini saya juga memberikan bantuan sebesar RP5 juta untuk komunitas rumah beta yang digunakan untuk menjalankan program yang terkendala anggaran," lanjut dia.

Koordinator Rumah Beta Evilyn Kaya menyatakan, sharing dengan komunitas ODHA digagas Clerry Cleffy Institute (CCI), mengingat rumah beta merupakan organisasi yang tidak didanai.

"Kita bermitra dengan CCI untuk pemberdayaan ODHA, bantuan yang diberikan akan digunakan untuk keberlangsungan organisasi yakni serta operasional," ujarnya.

Baca juga: ARV satu-satunya obat yang direkomendasikan untuk pengidap HIV/AIDS

Baca juga: Stok tunggal obat ke pecahan akan pengaruhi kepatuhan ODHA