Gresik, Jawa Timur (ANTARA) - Petrokimia Gresik sebagai anak usaha dari PT Pupuk Indonesia membantu korban banjir di Sulawesi Selatan, dalam rangkaian kepedulian perusahaan BUMN dengan total bantuan logistik senilai Rp200 juta.

Direktur Produksi Petrokimia Gresik, I Ketut Rusnaya, dalam keterangan pers yang diterima di Surabaya, Minggu, mengatakan bantuan sebanyak enam truk itu diserahkan kepada korban bencana di empat Kabupaten, yakni, Kabupaten Soppeng dan Sidrap masing-masing sebanyak dua truk, sedangkan Kabupaten Wajo dan Enrekang masing-masing satu truk.

Bentuk bantuan yang diberikan adalah logistik berupa sembako, perlengkapan dan kebutuhan sehari-hari seperti mie instan, beras, minyak goreng, air minum, biskuit, popok bayi, selimut, dan sebagainya.

"Bantuan kami serahkan ke pemerintah daerah untuk selanjutnya didistribusikan ke korban," katanya.

Ia mengatakan, bantuan ini merupakan inisiasi dari PT Pupuk Indonesia, dan Petrokimia Gresik menjadi koordinator untuk menyalurkan bantuan di wilayah Sulawesi Selatan, sedangkan PT Pupuk Kalimantan Timur menjadi koordinator bantuan wilayah Sulawesi Tenggara.

“Meskipun kami berada jauh di Gresik, namun kami turut berempati atas apa yang dialami korban. Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat meringankan saudara kita di Sulawesi Selatan yang menjadi korban bencana banjir," kata I Ketut Rusnaya.

Sebelumnya, Sulawesi Selatan tercatat tertimpa dua kali bencana besar, pertama banjir bandang yang mengakibatkan puluhan korban meninggal dan ribuan pengungsi pada Januari 2019.

Kemudian banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara sejak Lebaran lalu.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan, banjir di Sulsel berdampak pada 1.452 kepala keluarga, dengan total lahan sawah rusak di 15 desa mencapai 3.676 Ha. Kerusakan infrastruktur mencakup bangunan sekolah, tanggul, jalan dan jembatan.


Baca juga: Petrokimia Gresik salurkan beasiswa dan bantuan senilai Rp2,26 miliar

Baca juga: Petrokimia Gresik bantu 80 tempat ibadah