Ambon (ANTARA) - Ancaman tanah bergerak atau pun longsor di lokasi kampus Institut Agama Islam Negeri Ambon sebenarnya sudah lama diprediksi Komisi C DPRD Maluku saat meninjau lokasi pembangunan kampus hijau tersebut beberapa tahun lalu.

"Sejak awal komisi telah sudah memprediksikan akan terjadi bencana alam tanah longsor atau tanah bergerak di sekitar areal kampus dan ternyata prediksi itu benar-benar terjadi," kata anggota komisi C DPRD setempat, Francois Orno di Ambon, Minggu.

Menurut dia, kampus IAIN Ambon memiliki luas lahan sekitar dua hektar dan masih diingat betul saat pembangunan awal kampus, Komisi C pernah melakukan pengawasan ke lokasinya.

Sesuai hasil pengamatan para anggota legislatif di lokasi saat itu, terlihat struktur tanah cukup labil meski bukan menjadi daerah bekas pembuangan akhir sampah seperti informasi yang beredar selama ini.

"Dari hasil pengawasan itu juga terlihat, ada tanah di sejumlah lokasi yang sudah mulai mengalami keretakan," ujarnya.

Melihat kondisi itu, Komisi C pernah memprediksikan suatu ketika tanahnya akan longsor atau bergerak, dan itu menjadi kenyataan saat ini.

Walau pun sudah terjadi bencana alam tanah longsor dan pergerakan tanah, namun pelayanan pendidikan di kampus hijau itu masih tetap berjalan, namun faktor keselamatan juga sangat penting dijadikan pertimbangan, karena lokasi kampus IAIN Ambon berada dalam satu areal.

"Faktor keamanan dan kenyamanan juga penting sehingga pihak Rektorat perlu mencari solusi tempat perkuliahan di daerah yang aman karena musim hujan saat ini masih berlangsung hingga Agustus dan September 2019," katanya.


Baca juga: DPRD minta gedung rektorat IAIN Ambon dikosongkan

Baca juga: Gubernur : butuh Rp15 miliar tangani longsor IAIN Ambon