Jakarta (ANTARA) - Pakar ekonomi Hisar Sirait menilai penyelenggaraan mudik bareng gratis yang diselenggarakan perusahaan-perusahaan dianggap sebagai faktor yang mengurangi jumlah pemudik motor dalam arus mudik Lebaran tahun ini.

"Saya melihat banyaknya perusahaan yang membantu mudik karyawannya atau menggelar mudik bareng gratis, sehingga mengurangi para pemudik yang selama ini menggunakan moda transportasi motor," ujar Rektor Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie tersebut kepada Antara di Jakarta, Kamis.

Hisar menjelaskan bahwa selain menekan jumlah pemudik motor, program mudik bareng gratis ini juga dianggap salah satu faktor yang turut menyukseskan arus mudik dan balik pada Lebaran tahun ini.

Menurut dia agar perusahaan-perusahaan baik BUMN maupun swasta lebih memperbanyak fasilitas mudik bareng gratis bagi karyawan maupun masyarakat umum pada Lebaran tahun-tahun mendatang.

"Perusahaan-perusahaan disarankan untuk memperbanyak lagi fasilitas-fasilitas mudik bareng gratis," katanya.

Pada tahun ini, 104 BUMN bersinergi memberangkatkan 257.266 melalui program Mudik Bareng BUMN. Jumlah pemudik itu meningkat 26,02 persen dibandingkan tahun lalu yakni 204.146 orang.

Selain itu Kementerian BUMN juga memberangkatkan sepeda motor secara gratis sebanyak 18.000 unit kendaraan milik pemudik ke kampung halaman masing-masing pada Lebaran tahun 2019 dengan menggunakan moda kereta api dan kapal laut.

Menteri BUMN Rini Soemarno berharap program mudik bareng gratis tersebut membantu mengalihkan para pemudik sepeda motor ke moda transportasi bus, kereta api, kapal laut, hingga pesawat terbang untuk meminimalisasi risiko kecelakaan lalu lintas.

Sementara itu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa kecelakaan lalu lintas pada arus mudik tahun 2019 mengalami penurunan sekitar 60 persen. Angka ini cukup menggembirakan, mengingat aspek keselamatan dapat ditingkatkan dalam perjalanan mudik 2019.

Menhub Budi menambahkan bahwa pengurangan motor melalui mudik gratis serta kegiatan pengecekan pada bus-bus turut serta mengurangi jumlah kasus kecelakaan yang terjadi di jalan selama arus mudik Lebaran tahun ini.

Berdasarkan data dari Kakorlantas, jumlah kecelakaan lalulintas tahun 2019 sebanyak 336 kejadian dibanding tahun 2018 yang mencapai 831 kejadian. Untuk korban meninggal dunia tahun 2019 sebanyak 74 jiwa, sedangkan tahun 2018 mencapai 178 jiwa. Korban luka berat tahun 2019 sebanyak 53 orang, sedangkan tahun 2018 sebanyak 175 orang, dan untuk korban luka ringan tahun 2019 sebanyak 351 orang, sedangkan tahun 2019 mencapai 1.082 orang.

Baca juga: Sekjen Kemenhub apresiasi pemudik yang ikut program mudik gratis
Baca juga: Sekitar 2.000 pemudik diberangkatkan kembali ke Jakarta
Baca juga: Pengamat: Program mudik gratis harus dievaluasi