Banjarbaru (ANTARA) - Para pemudik di Bandara Syamsudin Noor terdiagnosis paling banyak mengalami hipertensi saat melakukan pemeriksaan kesehatan di Posko Terpadu Angkutan Lebaran.

Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Banjarmasin Nor Isnaniah mengatakan, sejak H-7 Lebaran hingga memasuki arus balik saat ini, sudah ada 67 orang yang melakukan cek kesehatan.

"Kami melakukan cek tensi, hasilnya sebagian besar tekanan darah atau denyut jantung lebih tinggi daripada normal," ujarnya di Banjarbaru, Sabtu.

Perawat di Kantor Kesehatan Pelabuhan ini menjelaskan, normalnya tekanan darah orang dewasa yang sehat yaitu antara 90/60 mmHg hingga 120/60 mmHg.

Sedangkan saat pemeriksaan, para pemudik di Bandara Syamsudin Noor kebanyakan di atas 140, sehingga didiagnosa mengalami gangguan fungsi jantung tertentu.

"Penyebab hipertensi bisa bermacam-macam seperti merokok, obesitas, kurang aktifitas fisik, konsumsi alkohol berlebihan hingga stres," papar wanita yang biasa disapa Nana ini.
Apa yang didapati dari hasil pemeriksaan para pemudik ini pun berbanding lurus dengan data Riskesdas 2018, dimana prevalensi hipertensi berdasarkan hasil pengukuran pada penduduk usia 18 tahun sebesar 34,1 persen, tertinggi di Kalimantan Selatan (44.1 persen).

Ironisnya, sebagian besar penderita hipertensi tidak menyadari bahwa dirinya hipertensi sehingga tidak mendapatkan pengobatan lantaran merasa sehat-sehat saja.

Padahal hipertensi merupakan salah satu pintu masuk risiko terserang penyakit mematikan seperti serangan jantung, gagal ginjal, diabetes dan stroke.

Pelayanan kesehatan gratis yang digelar Kantor Kesehatan Pelabuhan menempatkan lima petugasnya yang dibantu enam perawat dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan.

Dengan moto "Mudik sehat, aman dan selamat", diharapkan masyarakat selalu menjaga kesehatannya di momen mudik Lebaran Idul Fitri tahun ini dengan rutin memeriksakan kesehatannya meski hanya untuk sekadar cek tensi.