Cianjur (ANTARA) - Kantor Pos Cianjur, Jawa Barat, mencatat kiriman uang dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI) melalui kantor pos atau wesel pada Ramadhan tahun ini, mencapai Rp97 miliar.

"Jumlah kiriman selama Ramadan tahun ini, bisa melampaui total kiriman uang tahun lalu sebanyak Rp113 miliar karena masih ada waktu hingga sepekan menjelang lebaran," kata Kepala kantor Pos Cianjur, Deni Ahmad Zaenudin kepada wartawan di Cianjur, Senin.

Ia menuturkan dalam sehari jumlah transaksi wesel se-Kabupaten Cianjur mencapai rata-rata 1.000 transaksi, dengan nilai uang mencapai Rp5 miliar.

"Sejak awal Ramadan hingga pekan ketiga ini, tercatat ada 21.509 transaksi dengan jumlah nilai Rp97 miliar. Kalau tahun lalu selama sebulan tercatat ada 25.454 transaksi dengan nilai uang Rp113 miliar," katanya.

Pihaknya memperkirakan jumlah kiriman TKI asal Cianjur tahun ini, akan lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu. Terlebih puncak kiriman wesel dari luar negeri biasanya terjadi di pekan terakhir Ramadhan.

Dia mengatakan, kiriman terbanyak berasal dari TKI yang bekerja di negera Timur Tengah yang mencapai 75 persen dari total transaksi dan selebihnya dari berbagai negara termasuk dari Asia, terutama Asia Tenggara.

"Kiriman uang TKI dari Timur Tengah masih mendominasi terlebih Arab Saudi. Kalau dari Asia Tenggara banyaknya dari Malaysia. Untuk itu, kami melakukan berbagai persiapan untuk melayani transaksi yang meningkat sejak awal Ramadhan," katanya.

"Pelayanan di kantor cabang, agen pos, hingga pos keliling dioptimalkan untuk transaksi wesel. Sedangkan di kantor cabang Cianjur, ada penambahan loket transaksi dari yang semula enam menjadi delapan loket," katanya.

Bahkan untuk jam pelayanan dilakukan penambahan hingga pukul 22.00 WIB di semua cabang layanan, ada penambahan jam pelayanan. yang normalnya selama Ramadan sampai pukul 20.00 WIB. "Ini sebagai upaya agar masyarakat yang melakukan transaksi dapat terlayani setiap harinya," kata Deni.


Baca juga: Kiriman uang TKI Sukabumi melonjak jelang Lebaran, sampai Rp17 miliar dalam empat hari
Baca juga: Korea Selatan butuh delapan ribu TKI