Ternate (ANTARA) - Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Maluku Utara (Malut) menyatakan optimis kalau Partai PDI-P, akan memimpin DPRD, baik di Kota Tidore Kepulauan, maupun DPRD Maluku Utara.

"Hasil rekapitulasi lalu, menempatkan PDIP dan Golkar sama-sama meraih 8 Kursi, namun kalau akumulasi suara maka PDIP yang lebih unggul, sehingga otomatis PDIP-lah yang menjadi ketua DPRD," ungkap Ketua DPD PDIP Provinsi Maluku Utara Muhammad Sinen di Ternate, Jumat.

Pernyataan ini disampaikan Ketua DPD PDI-P Maluku Utara, Muhammad Sinen setelah melihat hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Malut, namun masih menunggu hasil penetapan perolehan kursi DPRD dari KPU pasca-pleno KPU Pusat pada 21 Mei lalu.

Dia mengatakan, untuk menduduki Ketua DPRD, PDIP tentunya juga memiliki mekanisme tersendiri,seperti saat pencalonan caleg diikuti oleh Ketua, Sekretaris dan Bendahara (KSB) dan kemudian dinyatakan lolos, maka salah satu diantara mereka yang akan menjadi Pimpinan DPRD, namun jika tidak ada unsur KSB maka yang menjabat sebagai Ketua DPRD nantinya akan dibicarakan melalui internal partai.

"Kalau yang kita lihat Caleg Provinsi yang lolos ini kan tidak ada unsur dari KSB, sehingga butuh kebijakan Partai. Kalaupun yang dipilih nanti adalah Hj Rahmawati Muhammad yang juga istri saya, maka sesungguhnya itu bukan karena saya Ketua DPD, tetapi lebih kepada bagaimana PDIP menghargai hak bersangkutan sebagai warga negara yang terpilih dengan suara terbanyak," katanya.

Dalam kesempatan ini, Ketua DPD PDI-P Malut juga berharap agar para calon yang menggunakan partai berlambang moncong putih ini agar tetap menjaga nama baik partai.

Muhammad Sinen juga mengapresiasi seluruh warga masyarakat Maluku Utara yang telah memilih dan mempercayakan partai PDI-P sebagai penyambung lidah masyarakat.

"Kami apresiasi seluruh masyarakat di seluruh kabupaten kota provinsi Maluku Utara yang telah memilih PDIP, maka dari itu ke depan siapapun ketuanya dia harus menjaga nama baik Partai dan menjaga amanat rakyat melalui fraksi," katanya.

Dari hasil pleno rekapitulasi ini, PDIP Malut meraih 103.472 suara dan diproyeksikan mendapat 8 kursi DPRD bersama Partai Golkar meraih 94.145 suara dengan 8 kursi.

Sementara itu, Komisioner KPU Malut, Reni S Banjar ketika dikonfirmasi menyatakan, pihaknya masih menunggu hingga pukul 24.00 WIB, caleg atau calon anggota DPD-RI asal Malut ada menggugat hasil pleno rekapitulasi di KPU, jika ada maka penetapannya akan ditunda.