Magetan (ANTARA News) - Lima korban yang terseret arus saat jembatan Jati, yang menghubungkan Kabupaten Madiun dengan Kabupaten Magetan, Jatim, terputus Rabu kemarin (26/12), pada Kamis ditemukan. Lima dari 20 korban yang dinyatakan hilang dalam musibah itu, telah ditemukan dalam keadaan selamat, demikian Kapolsek Nguntoronadi, Magetan, Sunarta. "Hingga saat ini baru ada lima korban selamat yang berhasil ditemukan, sementara yang lainya masih dalam pencarian," katanya. Lima korban yang berhasil ditemukan semuanya adalah warga Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun yakni Sulaeman (45) warga Desa Mojorejo, Daryanto (25) warga Desa Rejosari, Edi Haryanto (25) warga Desa Rejosari, Durrahman (50) warga Desa Kedongdong dan Kholik (45) warga Desa Tumbuk Emas. Sementara itu, kata dia, pencarian korban korban hingga saat ini terus dilakukan oleh petugas kepolisian setempat, dibantu petugas gabungan TNI/Polri dan ratusan warga setempat dengan melakukan penyisiran disepanjang sungai tersebut. Penyisiran yang dilakukan dari pagi hingga siang, belum membuahkan hasil. Hanya saja, petugas dan warga menemukan barang bukti delapan unit sepeda motor dan lima buah sepeda pancal berbagai merk. "Barang bukti tersebut diantaranya milik korban selamat," katanya menambahkan. Barang bukti tersebut, diantaranya motor Yamaha Jupiter Nopol AE 4515 DZ, Suzuki Shogun R AE 4479 MM, Yamaha Jupiter Z AE 4016 BJ, Honda Supra X AE 2722 PR, Honda Astrea AE 5777 AJ, Honda Supra AE 4991 DC, Suzuki Smas AE4544 DP dan Tossa Maestro Z AE 4474 DP. "Untuk pendataan lebih lanjut, sementara BB (barang bukti) milik para korban kami amankan di Mapolsek," katanya menegaskan. Akibat jembatan Jati yang berada di perbatasan Desa Jati, Kebonsari, Kabupaten Madiun dengan Desa Semen, Kecamatan Nguntorongadi, Kabupaten Magetan, ambrol pada Rabu (26/12) lalu, sekitar 20 warga Madiun dan Magetan dinyatakan hilang, terbawa air sungai.(*)