Jakarta (ANTARA) - Honor akan meluncurkan ponsel Honor 20 secara global pada Selasa (21/5) di London, Inggris Raya, waktu setempat, di tengah kekhawatiran ponsel tersebut tidak mendapat dukungan keamanan dari Google.

Honor merupakan perusahaan subsider Huawei yang juga memproduksi ponsel pintar berbasis Android.

Huawei dalam keterangan resmi mereka menyatakan akan terus memperbarui keamanan dan layanan untuk semua produk ponsel pintar dan tablet Huawei dan Honor yang ada, mencakup produk yang telah dijual atau yang masih ada sebagai stok secara global".

Dikutip dari laman Tech Radar, kebijakan itu juga akan berlaku untuk Honor 20 yang meluncur pada Selasa.

Baca juga: Aplikasi Google tetap bisa diakses di ponsel Huawei

Honor akan meluncurkan Honor 20 dalam versi reguler dan Honor 20 Pro. Produsen itu sudah meluncurkan Honor 20 Lite sebelumnya.

Google menangguhkan kerja sama dengan perusahaan asal China tersebut karena Huawei masuk ke dalam daftar hitam pemerintah AS, sebagai imbas dari perang dagang kedua negara.

Ponsel Huawei diperkirakan tidak dapat memakai Google Mobile Service, layanan host dari Google termasuk untuk Google Play Store dan Gmail. Tapi, Huawei masih memiliki akses ke Android Open Source Project.

Google Android melalui cuitan di akun resmi @Android menyatakan layanan dan keamanan dari Google masih berfungsi di ponsel Huawei yang sudah berada di tangan konsumen.

Baca juga: Pengguna Huawei Indonesia khawatirkan ponsel mereka

Baca juga: AS longgarkan sementara larangan untuk Huawei