Banyumas (ANTARA) - Jalur selatan Jawa Tengah selama ini sering kali diberitakan sebagai ruas jalan nasional yang paling banyak kerusakan namun sekarang tidak lagi karena pemerintah secara bertahap telah melakukan berbagai perbaikan.

Bahkan, beberapa ruas jalan yang kerusakannya dinilai paling parah, sekarang telah diperbaiki dengan menggunakan konstruksi beton meskipun belum secara keseluruhan.

Ruas jalan nasional yang telah menggunakan konstruksi beton di antaranya Pekuncen-Ajibarang, Kabupaten Banyumas, yang merupakan jalan penghubung jalur pantura dengan jalur selatan Jateng.

Selain itu, ruas Wangon-Jatilawang yang berada di jalur selatan Jateng, sebagian ruas Sampang-Buntu yang merupakan batas Kabupaten Banyumas dan Cilacap, serta ruas Kecila-Kedungpring yang sekarang masih dalam proses pengerjaan.

Dengan demikian, pengendara kendaraan bermotor yang melintasi ruas jalan yang telah menggunakan konstruksi beton itu serasa melewati jalan tol, sehingga tidak lagi merasa bosan ketika mudik melalui jalur selatan Jateng.

Salah seorang pemudik dari Tasikmalaya, Jawa Barat, Bambang mengaku selalu mudik ke Klaten, Jateng, bersama istri dan anaknya setiap menjelang Lebaran dengan mengendarai sepeda motor.

"Kondisi jalannya sekarang jauh lebih bagus dari tahun lalu. Kalau tahun lalu masih banyak yang rusak," kata dia yang sedang beristirahat bersamai istri dan anaknya di tepi ruas jalan Sampang-Buntu.

Ruas jalan dari batas Jawa Barat dan Jateng di Desa Panulisan Barat, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, hingga Wangon yang sebelumnya banyak kerusakan, saat ini kondisinya cukup bagus.

"Tadi agak tersendat di Klapagading karena adanya perbaikan jalan. Selain itu di beberapa ruas jalan dari Jatilawang sampai sini masih ada yang bergelombang, tapi secara umum dalam kondisi bagus," katanya.
Arus kendaraan di jalur selatan Jawa Tengah ruas Sampang-Buntu, Minggu (19/5/2019), (Foto: Sumarwoto)


Kendati di beberapa lokasi masih terdapat jalan bergelombang, jalur selatan Jateng tetap asyik dilalui saat mudik Lebaran karena banyak keindahan alam yang dapat dinikmati sepanjang perjalanan.

Misalnya, di ruas jalan Bumiayu-Ajibarang yang merupakan penghubung jalur pantura dengan jalur selatan Jateng, pemudik bisa menyaksikan hijaunya tanaman padi pada lahan sawah bertingkat atau terasering.

Saat pagi hari ketika cuaca cerah, pemudik pun bisa melihat keindahan puncak Gunung Slamet yang berada di sebelah timur ruas jalan tersebut.

Bagi pemudik yang senang melaksanakan wisata religi, tidak salahnya singgah di Masjid Saka Tunggal Darussalam Dusun Legok, Desa Pekuncen, Kecamatan Pekuncen, Banyumas, maupun Masjid Saka Tunggal Baitussalam Desa Cikakak, Kecamatan Wangon, Banyumas.

Letak kedua masjid yang telah masuk sebagai benda cagar budaya itu tidak jauh dari jalur utama mudik tersebut. Masjid Saka Tunggal Baitussalam memiliki keistimewaan karena hutan di sekitarnya merupakan habitat kera ekor panjang.

Selain wisata religi, di ruas Ajibarang-Wangon yang masih menjadi bagian jalan penghubung jalur pantura dengan jalur selatan Jateng juga terdapat objek wisata air berupa "Dreamland Waterpark".

Demikian pula di ruas Sampang-Buntu yang menjadi bagian dari jalur selatan Jateng terdapat wahana wisata berupa Taman Sari Rasa yang dapat menjadi tempat alternatif untuk beristirahat guna menghilangkan rasa lelah setelah menempuh perjalanan jauh.

Keberadaan Taman Kota Sumpiuh yang tepat di ujung barat Jalan Lingkar Sumpiuh pun bisa menjadi tempat alternatif untuk beristirahat.


Berburu Kuliner

Bagi pemudik yang senang berburu kuliner, di sepanjang ruas jalan penghubung maupun jalur selatan Jateng pun banyak terdapat rumah makan dengan berbagai jenis sajian, mulai dari masakan khas Banyumas hingga masakan Padang.

Misalnya, Rumah Makan Ramane di ruas Pekuncen-Ajibarang menyajikan berbagai menu makanan tradisional seperti tumis kacang panjang, tumis pare, ayam kampung goreng, dan sebagainya.

Sementara di Kecamatan Tambak, Banyumas, yang berbatasan dengan Kabupaten Kebumen, terkenal dengan pusat kuliner berbahan baku bebek, antara lain sate bebek, bebek goreng, bebek bakar, dan rica-rica bebek.

Pemudik yang ingin mencicipi hidangan bebek tersebut tidak akan kesulitan untuk mencarinya karena di sepanjang Jalan Raya Tambak banyak terdapat rumah makan yang menyediakan menu spesial itu.

Kuliner khas Tambak itu sudah merambah ke sejumlah daerah yang berada di sepanjang jalur selatan Jateng seperti Buntu dan Sumpiuh.

Bagi pemudik yang ingin menikmati soto Sokaraja, tidak perlu repot menuju arah Sokaraja untuk sekadar menikmati salah satu kuliner khas Banyumas itu karena warung atau rumah makan di sepanjang jalur utama mudik banyak menyediakan masakan tradisional tersebut.

Demikian pula bagi yang ingin membeli oleh-oleh khas Banyumas seperti getuk goreng Sokaraja, nopia, keripik tempe, dan sebagainya bisa mendapatkannya dengan mudah tanpa harus meninggalkan jalur utama mudik menuju arah Purwokerto dan Sokaraja.

Pemudik yang ingin membeli oleh-oleh khas Banyumas itu bisa singgah di Toko Oleh-Oleh Janoko yang berada di seberang Taman Kota Sumpiuh. Toko milik Wadiyongno (67) itu menyediakan berbagai oleh-oleh khas Banyumas dengan harga terjangkau.

Bagi pemudik dari Jakarta tujuan Kebumen, Purworejo, dan Yogyakarta yang ingin merasakan asyiknya mudik lewat jalur selatan Jateng tidak harus keluar melalui pintu tol Brebes, juga bisa melalui pintu tol Pemalang menuju arah Belik-Purbalingga yang tidak kalah mengasyikkan karena jalur alternatif tersebut banyak terdapat objek wisata yang dapat dikunjungi.

Selain itu, pemudik dari Jakarta tujuan Yogyakarta yang ingin menikmati mudik asyik di jalur selatan Jateng juga bisa melalui Bandung menuju Tasikmalaya, selanjutnya ke arah Majenang dan Wangon.

Di sepanjang jalur selatan Jawa Tengah khususnya ruas batas Jabar-Jateng hingga Wangon juga banyak warung dan rumah makan yang menyajikan kuliner khas daerah setempat, antara lain Rumah Makan Mergosari, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, dan Rumah Makan Ayam Goreng Lumbir, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas.

Jadi, bagi pemudik yang dari Jakarta yang senang berwisata dan berburu kuliner, tidak ada salahnya jika mudik melalui jalur selatan Jateng yang mengasyikkan.

Baca juga: Ruas jalan nasional di Banyumas siap dilalui pemudik
Baca juga: Toko oleh-oleh di jalur selatan Jateng bersiap sambut pemudik