Gorontalo (ANTARA) - Perawat Puskesmas Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo Vionita Isa menjadi perwakilan Indonesia pada World Health Assembly ke-72 (WHA72) di Jenewa, Swiss.

Vionita Isa di Gorontalo, Sabtu, mengatakan, awalnya ia mengikuti seleksi Teladan Nasional tingkat Provinsi Gorontalo pada 2018.

Ia membawa inovasi pos penanggulangan TBC untuk kesehatan masyarakat yang sulit menjangkau Puskesmas.

"Ada tiga kelurahan di Puskesmas Limboto yang masuk dalam kategori sulit yaitu kelurahan Tilihuwa, Polohungo dan Malahu, yang dibuatkan pos untuk mendekatkan akses pelayanan TBC," ujarnya.

Dari inovasi tersebut, Vionita terpilih mewakili Gorontalo untuk tingkat nasional di Jakarta.

"Untuk ke Jenewa, kami para Teladan Nasional sudah mempersiapkan makalah tentang program inovasi. TBC masih menjadi isu nasional dan internasional dan program saya menunjang untuk pemberantasan penyakit tersebut," ucapnya.

Perwakilan yang dipilih melalui seleksi ke Jenewa, Swiss, ujar dia, adalah dari kalangan pemuda dengan umur di bawah 40 tahun.

"Kemudian diseleksi lagi menjadi enam nama, lalu diberikan ke bu Menteri Kesehatan dan terpilih satu saja," kata dia.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Limboto, Ismail Akase mengaku merasa bangga karena stafnya bisa mewakili Gorontalo dan Indonesia untuk ke Jenewa pada ajang WHA72.

"Dengan inovasi dan kerja ikhlasnya ia bisa mewakili Indonesia yang menjadi kebanggaan Dinas Kesehatan dan Pemerintah Kabupaten Gorontalo," ujarnya.


Baca juga: Polisi panggil Puskesmas Kebon Jeruk terkait kasus pembunuhan bayi
Baca juga: Pemerintah targetkan penuhi kebutuhan dokter untuk 728 Puskesmas
Baca juga: Meski hari libur, Puskesmas Di Gorontalo Utara tetap siagakan layanan