Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kota Malang menyatakan bahwa pihaknya menjamin ketersediaan bahan pokok penting bagi kebutuhan masyarakat Kota Malang, khususnya selama Ramadhan dan perayaan Idul Fitri 1440 Hijriah.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang Wahyu Setianto mengatakan kepada ANTARA bahwa, saat ini kondisi terpantau cukup baik, dimana persediaan bahan pokok masih mencukupi, ditambah dengan harga yang terkendali.

"Kondisinya cukup baik, artinya persediaan mencukupi, juga harga-harga masil stabil," ujar Wahyu, di Kota Malang, Jawa Timur, Selasa.

Posisi stok yang dimiliki oleh Perum Bulog Subdivre Malang tercatat mencukupi untuk jangka waktu enam bulan hingga satu tahun kedepan. Stok beras tercatat sebanyak 26.362 ton, 60 ton gula, 2.827 liter minyak goreng, dan tepung terigu sebanyak 1.100 kilogram.

Wahyu menjelaskan, dengan kondisi stok yang mencukupi saat ini, masih belum perlu dilakukan operasi pasar. Operasi pasar merupakan salah satu upaya untuk mengendalikan harga bahan kebutuhan pokok saat mengalami kenaikan yang cenderung tidak terkendali.

"Hingga saat ini belum perlu dilakukan operasi pasar, karena harga-harga barang kebutuhan pokok cukup stabil," ujar Wahyu.

Berdasarkan catatan dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang, salah satu komoditas yang beberapa waktu lalu mengalami kenaikan adalah bawang putih. Namun saat ini, harga komoditas tersebut mulai mengalami penurunan dari sebelumnya Rp60.000 menjadi Rp40.000 per kilogram.

Penurunan tersebut dikarenakan adanya penambahan pasokan bawang putih impor melalui Pasar Induk Gadang, yang kemudian didistribusikan ke berbagai pasar rakyat yang ada di Kota Malang.

Sementara berdasarkan laporan PT Pertamina, terkait pasokan elpiji untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Malang pada Ramadhan, akan ada penambahan stok berkisar tujuh hingga sembilan persen dari kondisi normal.

Dalam kondisi normal, kebutuhan elpiji di wilayah Kota Malang yang dipasok oleh PT Pertamina kurang lebih per hari mencapai 36.900 tabung per hari. Penambahan pasok tersebut diharapkan mampu mengantisipasi adanya lonjakan permintaan khususnya saat Ramadhan.