Gorontalo (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Gorontalo menggelar pasar murah dan buka bersama (bukber) untuk 2.500 warga kurang mampu serta anak-anak yatim.

“Program unggulan kami di periode kedua ini ada delapan program termasuk di dalamnya adalah pelaksanaan pasar murah," kata Gubernur Gorontalo Rusli Habibie di Gorontalo, Senin.

Pelaksanaan Bakti Sosial NKRI Peduli serta pasar murah yang ke-102 kali itu sekaligus memperingati tujuh tahun kepemimpinan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan Wagub Idris Rahim.

Kepada ribuan masyarakat yang hadir, pihaknya menyediakan pasar murah dengan bahan yang disubsidi serta bantuan dari Baznas masing-masing Rp100 ribu.

Sedangkan untuk 500 anak yatim diberikan dalam bentuk bantuan kepada masing-masing panti asuhan.

Ia mengklaim dengan adanya pasar murah yang rutin digelar itu ada penurunan angka kemiskinan di Gorontalo.

Gubernur juga mengaku saat ini sedang memperjuangkan 65 ribu masyarakat calon penerima Program Keluarga Harapan (PKH).

Bahkan, lanjutnya, jika disetujui oleh pemerintah pusat maka jatah untuk penerima PKH akan diusulkan sebanyak 80 ribu masyarakat Gorontalo.

“Nanti akan saya usulkan ke pak Presiden Jokowi. Saya berharap dukungan serta doa dari semua pihak khususnya seluruh masyarakat, agar bisa menyelesaikan janji-janji kampanye kami untuk terus membangun Provinsi Gorontalo” tambahnya.

Gubernur juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, yakni pemerintah dan jajarannya maupun masyarakat Gorontalo yang selama ini telah membantu keduanya bekerja.

Menurutnya, seorang pemimpin tak akan mungkin bisa berhasil dalam melakukan pembangunan tanpa bantuan berbagai pihak.

Selain menyelenggarakan pasar murah, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Doa Lo Lipu (doa untuk negeri) serta ceramah agama.*


Baca juga: Intip menu wajib bukber di Masjid Istiqlal
Baca juga: Ribuan muslim-non muslim "Bukber on the Street" di Jalan Asia-Afrika Bandung