Samarinda (ANTARA) - Dinas Perhubungan (Kaltim) telah menetapkan program peningkatan aksesibilitas transportasi di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) wilayah Kaltim.

Kepala Dishub Kaltim, Salman Lumoindong dihubungi dari Samarinda, Senin, bersyukur karena usulan program tersebut telah mendapat dukungan APBN 2020.

Menurut Lumoindong program yang telah mendapatkan persetujuan Pemerintah Pusat, yakni Pembangunan Bandara Long Melaham, Kecamatan Long Bagun, Pembangunan Bandara Long Apari, Kecamatan Long Apari, serta pembangunan peningkatan kapasitas Dermaga di Kecamatan Long Apari dan Dermaga Long Pahangay yang merupakan bagian dari Kabupaten Mahakam Ulu.

“Dishub prioritaskan daerah 3T ini karena daerah 3T di Kaltim adalah Kabupaten Mahakam Ulu maka lokus kita di sana,” katanya.

Ia menegaskan bahwa fokus program usulan yang mendapatkan respon Pemerintah Pusat adalah program yang membantu aksesibilitas pusat pemerintahan dan daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia.

Disebutkan, usulan pembangunan Bandara Long Melaham dimaksudkan untuk membantu aksesibilitas pusat pemerintahan Kabupaten 3T Kaltim tersebut.

Mengingat Long Melaham, Kecamatan Long Bagun ditetapkan sebagai Pusat Perkantoran Pemkab Mahakam Ulu menggantikan pusat pemerintahan sementara di Ujoh Bilang.

Peningkatan Dermaga Long Pahagay juga dimaksudkan untuk meningkatkan aksesibilitas transportasi air masyarakat daerah tertinggal dan perbatasan yang banyak menggunakan akses transportasi air.

Sedangkan Pembangunan Bandara Long Apari dan Dermaga Long Apari dianggap penting karena Kecamatan Long Apari merupakan Kawasan Strategis Nasional yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.

“Ini beberapa fokus kita agar dapat DAK karena memang daerah 3T wajib dibangun. Letak geografinya berdekatan dengan negara tetangga. Prioritas ini yang dibahas bersama Kementerian Perhubungan dan Kementerian terkait lainnya,” katanya,

Sebagai penunjang, Dishub Kaltim juga sudah mendukung dengan menggunakan APBD untuk pendampingan pembangunan bandara dan dermaga tersebut. Khusus untuk bandara, pendampingan dilakukan melalui pelaksanaan studi rencana pembangunannya.

Pemkab Mahakam ulu sudah menyiapkan pembebasan lahan untuk rencana pembangunan Bandara Long Melaham.

“Untuk Bandara Long Apari, sudah dilakukan studi dan kedua dermaga juga sudah siap karena hanya peningkatan kapasitas. Kita berharap semua disetujui agar sinkron program daerah dan pusat guna mewujudkan Kalimantan Timur Berdaulat," katanya.*


Baca juga: Bupati Mahakam Ulu : Subsidi ongkos angkut sudah tiga tahun berjalan

Baca juga: Pengolahan kakao di Mahakam Ulu perlu pendampingan