Jakarta (ANTARA) - Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Usman Kansong, mengimbau semua pihak terkait agar berjiwa besar mengakui kemenangan pasangan capres-cawapres 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Meskipun KPU masih melakukan rekapitulasi suara secara manual dan berjenjang yang akan menjadi keputusan resmi hasil pemilu 2019, tapi hasil hitung cepat yang dilakukan lembaga survei kredibel dan hasil hitungan riil yang dilakukan KPU sudah akurat," kata Usman Kansong di Media Center Cemara, Menteng, Jakarta, Selasa.

Menurut Usman Kansong, ada delapan lembaga survei kredibel yang melakukan hitung cepat atau "quick count" dan hasilnya relatif sama yakni pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin memperoleh suara sekitar 54,5 persen dan pasangan Prabowo-Sandiaga memperoleh suara sekitar 44,5 persen.

"Hasil hitung cepat ini dari pemilu ke pemilu sudah akurat, karena didasarkan pada metodologi ilmiah. Kalaupun ada pergeseran, tidak akan lebih dari satu persen," katanya.

Kemudian, hasil hitung riil atau "real count" yang dilakukan KPU, hingga Selasa (30/4), sekitar pukul 14:33 WIB, sudah menginput data hingga 55,80 persen. Hasil sementara, pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin memperoleh suara 58,18 persen, serta pasangan Prabowo-Sandiaga memperoleh suara 43,82 persen.

Menurut Usman, input data di atas 50 persen itu sudah stabil dan kalaupaun ada pergeseran perolehan suara, tidak akan lebih dari satu persen. "Dari hitungan 'quick count' dan 'real count' sudah hampir pasti Pak Jokowi dan Pak Ma'ruf Amin yang memenangkan pemilu presiden 2018," katanya.

Pengumuman perolehan suara resmi yang akan disampaikan KPU pada 22 Mei mendatang, menurut dia, hanya pengesahan saja dari penghitungan suara "quick count" dan "real count" yang sudah dilakukan.

Karena itu, Usman mengimbau semua pihak agar berjiwa besar mengakui kemenangan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Amin ini menambahkan, tradisi mengakui kemenangan kompetitor ini sudah dilakukan di Indonesia. Usman menyebut, pada pilkada DKI Jakarta tahun 2013, calon gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo atau Foke, mengakui kemenangan calon gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berdasarkan hasil hitungan "quick count".

"Setelah 'quick count dihitung, pada hari kedua setelah pilkada, Pak Foke langsung mengucapkan selamat kepada Pak Jokowi," katanya.

Usman menambahkan, pada pilkada DKI Jakarta tahun 2018, calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok juga mengucapkan selamat kepada calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, berdasarkan hasil hitungan "quick count".

(T.R024)