Palu (ANTARA) - Kebanyakan warga yang bermukim di bantaran Sungai Palu, Sulawesi Tengah dua hari terakhir ini ramai-ramai mulai mengaman sementara berbagai barang penting dalam rumah, karena air sungai semakin luas meluap ke permukiman warga di beberapa titik di Ibu Kota Provinsi Sulteng itu.

"Rumah kami sejak hari Senin (29/4) sudah terendam banjir dan untuk sementara terpaksa barang-barang penting diamankan ke tempat saudara lokasinya yang aman," kata Baharuddin, seorang warga di Kelurahan Baru, Selasa.

Ia mengatakan setiap kali banjir besar dan air sungai meluap, wilayah permukiman warga di Kelurahan Baru menjadi langganan banjir.

Dia mengaku luapan air Sungai Palu semakin luas menggenangi rumah-rumah penduduk yang ada di dataran rendah.

Warga, kata dia, sudah dua malam ini siaga, sebab debit air Sungai Palu bukan surut, tetapi tambah besar diduga hujan deras masih mengguyur hulu sungai.

Baharuddin membenarkan banyak rumah warga di wilayah tersebut yang hingga kini terendam banjir.

Hal senada juga disampaikan Rince, seorang warga yang bermukim di pinggiran Sungai Palu di wilayah Maesa, Lolu Selatan.

Ia mengatakan rumahnya juga tergenang banjir setinggi lutut orang dewasa atau sekitar setengah meter

Untuk sementara ini, kata dia, barang-barang yang ada di rumahnya diungsikan ke rumah tetangga yang aman dari banjir.

Banyak warga di sekitar sungai, kini sudah mengungsi sementara, sebab khawatir banjir terus membesar dan mengancam keselamatan jiwa mereka.

Dia mengatakan lebih baik mengungsi sementara waktu sambil menunggu jika airnya sudah surut barulah kembali lagi ke rumah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu, Presly Tampubolon sebelumnya mengimbau warga di sepanjang bantaran Sungai Palu agar siaga, mengingat banjir masih mengancam beberapa titik permukiman warga di Kota Palu.

"Jangan lengah, lebih baik waspada karena air Sungai Palu selain sangat keruh, juga debit airnya terus bertambah," kata dia.

Sungai Palu rawan banjir kiriman, sebab ada beberapa anak sungai yang selama ini bermuara di Sungai Palu.

Meski tidak ada hujan, tetapi tiba-tiba banjir kiriman datang seperti yang terjadi dalam dua hari ini karena di hulu sungai hujan lebat.