Jakarta (ANTARA) - Seorang siswa dari SMPN 118 Jakarta mengundurkan diri dari Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang diajukan sejak Januari 2019 akibat persoalan keluarga.

"Ada satu yang mengundurkan sejak Januari karena masalah keluarga," kata Kepala Sekolah SMPN 118 Jakarta Poniati, Rabu.

Dia mengatakan siswa ini sudah dibujuk pihak sekolah, namun tetap kukuh dengan pendiriannya untuk mengundurkan diri dari UNBK. "Kita sudah memanggil Ibu dari siswa tersebut namun yang bersangkutan tetap memilih untuk mengundurkan diri," katanya.

Diduga pertengkaran dengan orang tua menjadi penyebab siswa tersebut mengundurkan diri.

Pihak sekolah menyayangkan keputusan siswa tersebut karena hanya berjarak dua bulan saja dari pelaksanaan UNBK. Sementara nama siswa tersebut sudah masuk dalam data siswa yang akan mengikuti UNBK.

Selain dari siswa tersebut, masih ada lima siswa yang merupakan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang memilih untuk tidak mengikuti UNBK.

Peraturan membolehkan siswa ABK untuk tidak mengikuti UNBK. Dari total 201 siswa kelas 9 di SMPN 118 Jakarta, hanya 195 yang mengikuti UNBK 2019.
Baca juga: Prestasi UNBK penting, tapi kejujuran lebih utama
Baca juga: Untuk pelaksanaan UNBK SMA, DKI siapkan 1.170 peladen
Baca juga: DKI targetkan 100 persen sekolah bisa gelar UNBK