Yogyakarta (ANTARA) - Calon Wakil Presiden Nomor Urut 01 Maruf Amin menghadiri acara tasyakuran sukses Pemilihan Umum serentak 2019 yang digelar Habib Hilal Al Aidid dan Pimpinan Wilayah Nahdatul Ulama (NU) Daerah Istimewa Yogjakarta di Yogyakarta, Rabu.

KH Yahya Cholil Staquf selaku perwakilan tuan rumah ketika memberi sambutan mengatakan, acara tersebut merupakan tasyakuran atas terpilihnya Kiai Ma'ruf Amin sebagai Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024.

"Yang kita muliakan Wakil Presiden terpilih Prof Dr KH Ma'ruf Amin," katanya yang disambut tamu hadirin atas sebutan baru untuk mantan Rais Aam PBNU itu dengan teriakan shalawat.

"Ini bukan mendahului, tapi sekadar cerminan dari keyakinan kita terhadap ilmu pengetahuan yang diwakili ilmu statistik berupa hasil 'quick count'. Insya Allah tidak akan meleset dari hasil KPU yang akan ditetapkan 22 Mei mendatang," katanya.

Yahya, yang juga Katib Aam Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu mengatakan, nikmat tersebut merupakan hasil pilihan mayoritas ulama nahdiyin.

"Tidak ada yang bisa mengingkari dan menutupi-nutupi nikmat dari hasil sawadul a'dlom NU ini. Seperti yang lalu-lalu, pilihan mayoritas ulama ini selalu menggerakkan sejarah bangsa Indonesia," katanya.

Ia mengatakan, pilihan para ulama NU untuk mendukung Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019 ini sebagai pilihan strategis seperti dalam sejarah perjalanan bangsa ini.

"Belajar dari sejarah, nikmat besar sekarang ini pasti akan melahirkan tantangan dan persoalan besar bagi NU. Kita doakan Kiai Ma'ruf Amin sebagai aktor yang melahirkan sawadul a'dlom NU ini selalu dinaungi Allah SWT," katanya.

Dalam acara yang digelar di Komplek Pondok Pesantren (Ponpes) Krapyak Yogyakarta itu dihadiri Ketua Umum PBNU A Muhaimin Iskandar, Ketum PP GP Ansor Yakult Cholil Qoumas dan sejumlah Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah.

Pada kesempatan tersebut, sebelum tasyakuran dimulai, KH Ma'ruf Amin dengan didampingi sejumlah tokoh NU menyaksikan penyembelihan seekor sapi yang dilaksanakan di kawasan rumah Habib Hilal Al Aidid.