Jakarta (ANTARA) - Anak-anak dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) mampu berprestasi hingga ke tingkat internasional meski kesejahteraan keluarganya terbatas.

"Banyak anak-anak KPM PKH yang berprestasi meski di tengah kondisi perekonomian yang terbatas. Prestasinya sampai ke tingkat internasional," kata Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat di Jakarta, Rabu.

Harry mencontohkan, salah satunya Putri Marcella siswi SMAN 11 Kabupaten Tangerang yang meraih prestasi juara tingkat nasional dan internasional olahraga judo. Ia merupakan anak dari Mariyam KPM PKH warga Desa Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis.

Anak KPM PKH lainnya yang juga berprestasi yaitu Aang Parhan siswa MAN 3 Tangerang putra dari Asmenah yang meraih juara 1 robotik tingkat SLTA/MA se-Provinsi Banten.

Masih banyak lagi anak-anak KPM PKH yang punya segudang prestasi, seperti Cici Gunarsih yang merupakan anak ketiga dari tujuh bersaudara pasangan Ruslan dan Hanapia yang tinggal di Tamasapi, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Sulawesi Barat. Ia menjadi salah satu kontestan Liga Dangdut Indonesia (LIDA) Juara Sulawesi Barat.

Prestasi tersebut menunjukkan bahwa kondisi ekonomi tidak menjadi penentu prestasi seseorang, menurut Harry selama ada kemauan dan usaha tentunya prestasi dapat diraih.

PKH yang merupakan program prioritas dengan syarat untuk peningkatan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan dan sedikitnya punya peran untuk peningkatan prestasi, kata Harry.

Dengan menjadi peserta PKH, KPM harus memastikan ibu hamil dan anak-anak balita untuk memeriksakan kesehatan di posyandu sehingga kondisi kesehatan mereka terpantau sejak dini.

Selain itu, dengan PKH, memastikan tingkat kehadiran siswa SD, SMP dan SMA di sekolah minimal 85 persen.*


Baca juga: Tangerang mendapatkan tambahan 14 petugas pendamping PKH

Baca juga: Kisah pedagang seblak Tangerang "lulus" dari PKH