Jakarta (ANTARA) - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meresmikan sejumlah fasilitas dan melakukan groundbreaking sejumlah proyek terbaru di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

"Saya sangat bangga direksi Angkasa Pura (AP) II berani dengan agresif mau menginvestasikan untuk pengembangan Bandara Soekarno-Hatta, yang saya tahu untuk proyek-proyek ini sebesar Rp9 triliun seluruhnya," ujar Menteri Rini dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat.

Dia merasa bangga dengan kinerja direksi AP II selama empat tahun ini dan secara internasional Bandara Soekarno-Hatta mendapat banyak pengakuan dunia.

"Saya yakin Bandara Soekarno-Hatta dapat menjadi salah satu bandara terbaik dan teramai di dunia," ujar Menteri BUMN tersebut.

Menteri BUMN Rini Soemarno meresmikan beberapa fasilitas terbaru di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, diantaranya Stasiun Kereta Bandara, Stasiun Kalayanga atau Skytrain di Terminal 1, 2, 3 serta Stasiun Skytrain Terpadu yang terintegrasi dengan Stasiun Kereta Bandara, Depo Skytrain, Airport Operation Command Center (AOCC), Sub Gardu Induk Tegangan Tinggi 150 KV, serta Power Station 2 dan 3.

Selain itu, Menteri Rini juga melakukan groundbreaking beberapa proyek terbaru di bandara internasional tersebut yakni Gedung Pelayanan Angkutan Terpadu (Integrated Building), Revitalisasi Terminal 1C dan 2F, dan Fly over aksesibilitas Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Integrated building akan memiliki konsep untuk penyelenggaraan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) serta menjadi pusat pelayanan angkutan moda terpadu. Di bangunan itu akan terdapat hotel, perkantoran, pusat perbelanjaan serta mengintegrasikan moda transportasi publik yang kereta, bus, hingga taksi.

Kemudian, revitalisasi Terminal 1C dan 2F guna meningkatkan pelayanan dan kenyamanan bagi penumpang pesawat. Revitalisasi seluruh Terminal 1 dan 2 nantinya akan membuat kapasitas meningkat dari saat ini masing-masing 9 juta penumpang menjadi masing-masing 18 juta penumpang.

Lalu proyek fly over yang berlangsung merupakan upaya untuk mengurai kepadatan di jalan akses Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan wilayah sekitar yakni Rawa Bokor.

"Angkasa Pura II tidak berhenti mengembangkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta meski saat ini sudah sejajar dengan bandara berkelas dunia lainnya," kata Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin.

Awaluddin juga menambahkan bahwa berupaya agar pelayanan dan fasilitas dapat semakin baik.

Baca juga: Bandara Soekarno-Hatta raih Best Airport Of The Year