Yogyakarta (ANTARA) - Warga bersama komunitas, dibantu TNI dan kepolisian membersihkan Alun-Alun Selatan dan Utara Yogyakarta, Rabu, guna memperingati 30 tahun “jumeneng dalem” atau bertahtanya Sri Sultan HB X sebagai Raja Keraton Yogyakarta.

“Selain untuk meningkatkan dan menjaga kebersihan lingkungan, kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan rasa kebersamaan dan rasa memiliki serta mendukung eksistensi Keraton Yogyakarta. Sebagai warga, kami pun ingin menunjukkan kegembiraan atas ‘jumeneng dalem’ ini,” kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Rabu.

Kegiatan yang dipusatkan di Alun-alun Utara dan Alun-alun Selatan Yogyakarta tersebut dimulai sejak pukul 06.00 WIB. Selain menyiangi rumput yang tumbuh subur di alun-alun, warga dibantu TNI dan kepolisian merapikan akar gantung pohon beringin yang berada di tengah Alun-alun Selatan Yogyakarta.

Kegiatan bersih-bersih kawasan Keraton Yogyakarta tersebut juga akan dilanjutkan pada Minggu (7/4) di lingkungan warga.

“Jika dilakukan secara bersama-sama, maka hasilnya pun akan maksimal. Apalagi, kawasan ini adalah kawasan wisata sehingga kebersihan adalah bagian dari upaya kami menjaga kenyamanan wisatawan,” kata Heroe.

Ia menambahkan, kegiatan bersih-bersih tersebut akan menjadi kegiatan rutin tiap “jumeneng dalem” dan diharapkan dapat dilanjutkan di lingkungan warga secara mandiri. “Di Kota Yogyakarta, sudah ada kesepakatan untuk kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan setiap Minggu Legi,” katanya.

Sementara itu, Camat Kraton Yogyakarta Sungkawa Widodo Mujiyatna mengatakan, komunitas di Alun-alun Selatan Yogyakarta yang terdiri dari pedagang, pelaku odong-odong hingga juru parkir sudah memiliki kesepakatan untuk membersihkan lingkungan setiap pekan kedua dan keempat.

“Saat kerja bakti rutin, pedagang atau aktivitas lain di Alun-Alun Selatan tidak diliburkan. Namun, khusus untuk hari ini seluruh pedagang libur,” katanya yang menyebut komunitas di Alun-Alun Selatan beranggotakan sekitar 350 orang.

Sedangkan putri Sri Sultan HB X GKR Bendara yang juga hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi inisiatif warga, komunitas dan pemerintah daerah untuk membersihkan lingkungan di kawasan Keraton Yogyakarta.

Ia menyebut, kawasan Keraton Yogyakarta sangat luas sehingga pihak keraton tidak akan mampu menjaga kebersihan seluruh lingkungan. “Masyarakat yang memanfaatkan kawasan ini pun harus ikut menjaga kebersihan lingkungannya. Apalagi ini kawasan wisata,” katanya.

Kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif ke seluruh warga dan komunitas dalam menjaga kebersihan dan meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

“Bahkan, sikap peduli lingkungan ini bisa ditingkatkan lagi. Misalnya, pedagang tidak lagi menggunakan tas atau bungkus plastik dan tidak menggunakan sedotan,” katanya yang juga menyebut sampah puntung rokok juga masih kerap ditemukan.*


Baca juga: UNY kerja sama pengkajian manuskrip Keraton Yogyakarta

Baca juga: Keraton Yogyakarta siapkan perpustakaan digital khusus naskah kuno