Mataram (ANTARA) - PT Petrojaya Boral Plasterboard (USG Boral-Jayaboard) bekerja sama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) merestorasi gedung sekolah permanen SDN 04 Sambik Bangkol, di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, yang rusak akibat gempa bumi .

HR Director USG Boral-Jayaboard, Indra Budiman, melalui keterangan tertulis yang diterima di Mataram, Minggu, mengatakan, program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) restorasi bangunan sekolah tersebut sejalan dengan visi perusahaan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

"Gedung sekolah tersebut kondisinya mengkhawatirkan karena 35 persen runtuh dan sisanya sangat tidak aman bagi siswa untuk kegiatan belajar. Pembangunan gedung sekolah permanen ini merupakan bentuk nyata kepedulian kami di tahap pemulihan pascabencana agar proses belajar mengajar di loaksi bencana semakin pulih," ujarnya.

Selain membangun kembali fisik sekolah bagi anak-anak Lombok, kata Indra, pihaknya juga membangun kembali harapan dan cita-cita generasi penerus bangsa.

"Restorasi gedung sekolah tersebut adalah cara kami menyemangati anak-anak di Lombok, untuk dapat terus menimba ilmu di sekolah," ucap Indra, didampingi HR Manager USG Boral-Jayaboard, Ade Noor.

Ia menyebutkan restorasi gedung sekolah meliputi seluruh ruang kelas, ruang guru dan toilet. Proses pembangunan sekolah diperkirakan sekitar dua bulan terhitung sejak 18 Maret 2019 dengan target serah terima pada awal Mei mendatang.

Untuk kenyamanan dan keamanan para siswa dan guru, Jayaboard menerapkan sistem kontruksi plafon tahan gempa melalui penggunaan material papan gyptile JayaDura Condado, papan gypsum dengan finishing lapisan vinyl sehingga mudah dibersihkan dan tahan lama.

"Rangka plafon pada atap gedung menggunakan rangka metal JayaBMS exposed grid yang telah tersertifikasi lulus uji tiga kali faktor keamanan," kata Indra.

Sementara itu, Tim Kemitraan ACT NTB, Juaini Pratama, menegaskan lembaganya terus berkomitmen bersama masyarakat penyintas gempa bumi Lombok untuk membantu upaya pemulihan setelah bencana hingga tuntas.

"Mohon doa semua masyarakat agar lebih banyak lagi lembaga yang tergerak untuk ikut berkontribusi membangun kembali Lombok," ujarnya.