Serang (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Banten melalui Yayasan Kemala Bhayangkari Polda Banten mengajak para pelajar di Provinsi Banten menjauhi narkoba, pornografi dan hoaks.

"Indonesia dalam kondisi darurat narkoba, pornografi, kekerasan dan ini menjadi pekerjaan rumah bersama," kata Ketua Bhayangkari Polda Banten Niken Tomsi Tohir dalam kegiatan sosialisasi menyelamatkan generasi milenial dari bahaya narkoba, pornografi, kekerasan dan berita hoaks, di Serang, Selasa.

Ratusan pelajar tingkat SMP dan SMA se Provinsi Banten mengikuti sosialisasi menyelamatkan generasi millenial dari bahaya narkoba, pornografi, kekerasan dan berita hoax, yang digelar Yayasan Kemala Bhayangkari Polda Banten di Pendopo Gubernur Banten.

Ia mengatakan, menyelamatkan generasi millenial sangatlah penting. Sebab saat ini Indonesia sudah darurat dari bahaya narkoba, pornografi, kekerasan dan berita hoax.

Menurut Niken, generasi muda merupakan generasi penerus bangsa. Sebab sebagai generasi yang nantinya akan memimpin negara dan menjadi perekat bangsa.

Namun demikian, kata dia, sangat disayangkan masih banyak generasi muda yang tidak terarah, karena terjebak oleh pornografi, narkoba, dan tindakan negatif lainnya. Apalagi di era digital ini akses terhadap apapun menjadi sangat mudah.

"Penyalahgunaan narkoba memiliki dampak yang cukup luas, baik fisik maupun mental. Juga mempengaruhi kepribadian, kedisiplinan, bahkan menjadi penyebab terjadinya perkelahian antar pelajar," kata dia.

Selain narkoba, Niken menambahkan, generasi yang lahir pada era milenial ini harus mampu menjadi bijak dalam memanfaatkan teknologi yang ada. Perkembangan teknologi yang semakin pesat ini dapat berdampak positif ataupun justru berdampak negatif.

"Medsos berteknologi praktis dan mudah didapat. Namun kemajuam teknologi bukan hanya hal positif tapi juga buruk. Untuk itu kita harus berhati-hati, seperti hoax karena dapat memecah belah," kata Niken.

Wakapolda Banten Brigjen Pol Tomex Kurniawan mengatakan, berdasarkan sejumlah data baik dari Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Lembaga Perlindugan Anak (LPA), penyalahgunaan narkoba dan pornografi sudah cukup memprihatinkan di Indonesia.

"Berdasarkan data dari BNN sebanyak 2,3 juta orang pelajar terlibat narkoba dan yang lebih mencengangkan data dari LPA sebanyak 80 juta anak terlibat penyalahgunaan narkoba," katanya.

Tomex mengungkapkan, dampak narkoba bukan hanya mempengaruhi dirinya sendiri, tapi juga orang lain. Untuk itu, ia mengajak pelajar di Banten untuk bersama-sama menjauhi narkoba.

"Menghancurkan Tidak perlu pakai nuklir, tapi cukup menguasai generasi mudanya dengan narkoba dan ini yang harus kita perangi bersama," kata Tomex.