Kediri (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri, Jawa Timur, berencana memecah material batu di areal bukit Kecamatan Grogol, karena dikhawatirkan bisa runtuh dan menimpa rumah warga.

"Kami melakukan monitoring pelaksanaan pemecahan batu yang mengancam dan membahayakan warga Dusun Kalinanas, Desa Kalipang, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri. Kerja bakti dilakukan warga dengan pembersihan lahan serta penebangan pohon yang diperkirakan membahayakan yang dilanjutkan proses pemecahan batu di atas bukit yang mengancam warga," kata Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Kediri Randy Agata di Kediri, Minggu.

Ia mengungkapkan, batu-batu tersebut dikhawatirkan runtuh karena terdapat enam batu besar di sekitar perbukitan yang bisa membahayakan. Bahkan, warga bahkan dilarang beraktivitas di bawah bukit, mengantisipasi hal yang tidak diinginkan terjadi sewaktu-waktu.

Untuk rencana pemecahan, Randy mengatakan tentunya juga melibatkan berbagai alat pemecah batu. Namun, ia juga mengakui untuk proses itu membutuhkan waktu dan teknik, sebab tidak bisa dilakukan secara gegabah.

Selain mempersiapkan untuk rencana pemecahan batu yang mengancam rumah warga, Randy juga memantau kejadian bencana alam. Dalam kurun beberapa waktu terakhir terjadi musibah banjir akibat hujan turun yang sangat deras.

Terjadi banjir di Desa Tiron, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, pada Sabtu (23/3). Hujan turun sangat lebat di Desa Parang dan Desa Tiron. Sungai di desa itu tidak dapat menampung debit air yang besar dan deras, sehingga meluber ke permukiman serta perkebunan warga.

"Walaupun air meluber, banjir luapan di Kecamatan Grogol tersebut sudah surut. Kami tetap meminta warga untuk berhati-hati terutama ketika hujan deras terjadi," kata Randy.

Banjir juga terjadi di Dusun Tlanak, Desa Ngampel, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, akibat tanggul jebol. Kejadian itu mengakibatkan air merendam rumah warga. Air sudah mulai tinggi sejak Selasa (19/3) malam sudah tinggi, bahkan pada Rabu (20/3) juga semakin tinggi.

Banjir itu terjadi sepanjang 5 meter dengan tinggi 1 meter dari sungai sekunder Mejono Bangi dan tanggul jebol di sungai sekunder mojolegi sepanjang 15 meter, tinggi 1 meter. Tanggul jebol itu berdampak pada Dusun Tawangrejo dan Dusun Bulurejo, Desa Papar.

Jumlah warga rumahnya terendam juga cukup banyak. Di Dusun Tawangrejo, jumlah kepala keluarganya mencapai 265 KK yang tersebar di empat RT dan satu RW. Di Dusun Bulurejo, mencapai 203 KK yang tersebar di empat RT dan satu RW.

BPBD Kabupaten Kediri sempat mengevakuasi warga karena tingkat kedalaman air yang semakin tinggi. Selain itu, BPBD juga memberikan bahan pokok, selimut dan makanan untuk korban terdampak, dengan harapan bisa meringankan beban mereka.

Baca juga: BPBD Kabupaten Kediri-Jatim pasang penahan air di tanggul jebol

Baca juga: BPBD tangani tanggul jebol rendam rumah di Kabupaten Kediri-Jatim