Jayapura (ANTARA) - Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 5 Kehiran, Sentani kota, Kabupaten Jayapura, Papua yang tertimbun lumpur pascabanjir bandang Sentani belum bisa beraktivitas lagi.

Selince Suebu, guru sekolah tersebut kepada ANTARA di Sentani, Sabtu, mengatakan belum ada aktivitas belajar-mengajar sejak banjir badang akibat hujan yang mengguyur wilayah itu sejak Minggu (17/3) malam hingga subuh.

"Proses belajar mengajar belum jalan, bagaimana mau jalan sekolah ini juga terdampak banjir bandang Sentani, banyak lumpur di sekolah masuk di sekolah ini sehingga butuh kerja ekstra untuk bersihkan," katanya.

Sekolah tersebut terendam air banjir bandang Sentani, dan diduga banyak berkas-berkas sekolah yang hanyut dan hilang.

Menurut dia, sebenarnya para guru sudah mulai berupaya datang untuk mengajar sambil sekolah itu dibersihkan perlahan-lahan. Hanya saja, sebagian siswa-siswi di sekolah itu dari sejumlah kampung di tengah danau.

"Para siswa tidak bisa datang sekolah karena rumah-rumahnya terendam air danau Sentani yang meluap pascabanjir," katanya.

Lantaran demikian, kata dia, kepala sekolah belum meminta kepada guru untuk melakukan aktivitas belajar mengajar.

"Hingga kini belum ada proses belajar mengajar, ujian-ujian sekolah juga belum dilaksanakan," kata Selince.


Baca juga: Sekolah darurat disiapkan untuk pelajar korban banjir Jayapura
Baca juga: 520 ASN Pemprov Papua "diterjunkan" bantu penanganan korban banjir