Pontianak (ANTARA) - Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Ria Norsan mengatakan Pemprov Kalbar mulai bulan Juni 2019 akan membantu masyarakat dengan mengratiskan biaya sekolah mulai dari tingkat SD sampai tingkat SMA/sederajat di provinsi itu.

"Hal itu kami lakukan, salah satunya dalam mengurangi seminimal mungkin angka kawin muda pada anak usia sekolah," katanya di Pontianak, Kamis.

Ia menerangkan, visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar, yakni menggratiskan sekolah dari tingkat SD sampai SMA atau SMK. "Banyak anak-anak kita putus sekolah pada tingkat SMP dan SMA, itu terjadi mungkin karena mereka tidak memiliki biaya," lanjutnya.

Ia menyebutkan, program sekolah gratis itu menang dimaksudkan agar semua anak di Kalbar tetap dapat bersekolah hingga tingkat SMA. "Karena biasanya jika mereka tidak bisa melanjutkan ke tingkat SMA, maka angka pernikahan dini akan terus meningkat," tambahnya.

Menurutnya, agar pencapaian menurunkan angka pernikahan dini perlu peran serta semua pihak, seperti yang dilakukan saat ini dilakukanya rapat kerja daerah yang tidak hanya melibatkan BKKBN saja, namun juga dari instansi terkait lainnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar, Kusmana mengatakan terobosan program sekolah gratis Pemprov Kalbar dapat mendukung pencegahan terjadinya kawin muda. Kemudian terkait rapat kerja sengaja setiap awal tahun diselenggarakan dengan melibatkan pihak-pihak terkait mulai dari Pemprov, Pemda kabupaten/kota dan para mitra kerja.

"Rakerda ini merupakan forum untuk menyamakan cara pandang, program dan langkah, sehingga operasional dilini terdepan dapat bersinergi, dan tidak ada lagi ada perbedaan dan kepentingan, yang ada selalu dalam kebersamaan dalam menbangun disegala bidang secara sinergis," kata Kusmana.

Ia menambahkan dengan disusunnya program secara bersama-sama dan bersinergi, maka segala rintangan pembangunan baik itu fisik, SDM, pembangunan keluarga, ekonomi, kesehatan, pendidikan dan lain-lain dapat diatasi dan pembangunan yang dituju dan ditargetkan itu dapat dicapai dengan sukses.

"Makanya pada Rakerda tahun ini kami menghadirkan para narasumber dari tingkat nasional, kemudian dari provinsi Kalbar kami mengundang dari Bapeda dan pihak pihak terkait yang akan memberi sarang pendapat serta usulan untuk terus memperbaiki kinerja dan pencapaian di 2019," katanya.