Timika (ANTARA) - Jajaran Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Timika siap memberangkatkan personelnya ke Jayapura untuk membantu upaya penanggulangan bencana banjir bandang di kawasan Sentani dan sekitarnya.

Kepala Kantor SAR Timika Monce Brury, Selasa, mengatakan jajarannya sudah menyiapkan personel sejak awal terjadi bencana banjir bandang di Sentani Jayapura itu.

"Yang jelas kami siap, kapanpun diperintahkan oleh atasan, kami siap berangkat," kata Brury.

Sesuai hasil koordinasi dengan pihak Kantor SAR Jayapura, kata Brury, penanganan bencana banjir bandang di kawasan Sentani dan sekitarnya kini sudah bisa diatasi oleh jajaran Basarnas, TNI-Polri dan unsur-unsur lainnya di wilayah itu.

Mimika sendiri telah mengirim tim Baznas Tanggap Bencana serta Tim Tanggap Darurat (Emergency Response Grup) PT Freeport Indonesia ke Jayapura untuk membantu proses evakuasi para pengungsi dan pencarian korban meninggal dunia akibat banjir bandang tersebut.

Hingga Selasa ini, tim Basarnas bersama TNI-Polri telah menemukan 87 jenazah korban banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura.

Humas Polda Papua dalam laporannya menyebut terdapat sejumlah lokasi terparah dampak banjir bandang di Sentani Jayapura itu yakni Distrik Sentani meliputi Kelurahan Hinekombe, Kelurahan Dobonsolo, Kelurahan Sentani Kota, Kampung Yahim, Kampung Sereh. Di Distrik Waibu lokasi terparah berada di Kampung Doyo Baru, Distrik Sentani Barat lokasi terparah terdapat di Kampung Kertosari, Distrik Ravenirara lokasi terparah terdapat di Kamung Yengu Dosoyo dan Distrik Depapre.

Selain korban meninggal dunia, juga disebutkan masih terdapat banyak korban yang belum ditemukan yaitu sebanyak 206 orang (75 orang dilaporan di Pos Induk Sentani dan 131 orang dilaporkan ke Bidang Dokkes Polda Papua oleh keluarga atau masyarakat).

Sejauh ini dari 87 jenazah yang telah ditemukan itu, baru 33 jenazah yang sudah berhasil teridentifikasi, dimana 31 jenazah diantaranya telah diserahkan ke keluarga.

Adapun korban terdampak banjir bandang di Kabupaten Jayapura sebanyak 11.725 Kepala Keluarga yang berada di Distrik Sentani, Waibu dan Sentani Barat. Sementara korban luka-luka sebanyak 159 orang, terdiri atas 84 orang luka berat dan 75 orang luka ringan.

Saat ini terdapat 9.580 warga mengungsi di halaman Kantor Bupati Jayapura dan beberapa lokasi lainnya serta rumah rumah warga yang tidak terkena banjir.