Jakarta (ANTARA) - Kepala Pusat Pengembangan Film Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Dr Maman Wijaya mengatakan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) perfilman diminati siswa.

"Hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya SMK di bidang perfilman. Awalnya Pak Mendikbud minta agar sekitar 20 SMK saja, tetapi karena banyak yang minat, jadi sekarang menjadi 24 SMK," ujar Maman dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (19/3).

Ia mengatakan SMK perfilman itu bertujuan untuk mencetak tenaga-tenaga profesional di bidang perfilman. Saat ini, penonton film Indonesia sudah mencapai 48 juta orang. Padahal tahun-tahun sebelumnya, hanya sekitar 16 juta orang. Pada 2018, tercatat sebanyak 148 produksi film.

Oleh karena itu, kata dia, tingginya penonton film Indonesia harus diimbangi dengan tenaga-tenaga perfilman yang profesional.

"Selain dengan SMK Perfilman, kami juga mempunyai pelatihan yang diberikan kepada siswa yang mempunyai minat di bidang perfilman," kata dia.

Setiap tahun, Kemendikbud juga mengalokasikan 60 beasiswa yang terdiri dari 30 beasiswa luar negeri dan 30 beasiswa dalam negeri, bagi siswa yang berminat belajar mengenai perfilman.

"Bagi yang berminat kuliah di bidang perfilman, kami berikan beasiswa. Beasiswa ini dimulai pada tahun lalu," kata dia lagi.