Jakarta (ANTARA) - Pertemuan pemuda dalam lingkup kawasan Asia Tenggara, South-East Asia Region Youth Town Hall akan diselenggarakan di Jakarta dengan melibatkan pemuda dalam pembahasan kebijakan pembangunan kesehatan.

Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kesehatan Acep Sumantri di Kementerian Kesehatan Jakarta, Senin, mengatakan acara Youth Town Hall bertujuan untuk melibatkan pemuda dalam proses pembentukan suatu program pembangunan kesehatan mulai dari perencanaan hingga implementasinya.

Dia menilai peran pemuda sangat dibutuhkan dalam pembangunan kesehatan sehingga perlu disatukan untuk membuat satu gerakan serta turut berpartisipasi dalam program kesehatan.

“Harapannya bisa membawa pemuda dalam pelibatan strategi nasional dalam pembangunan kesehatan. Karena untuk mencapai SDGs diperlukan pemuda,” kata dia.

Selain Youth Town Hall SEARO yang akan diselenggarakan pada 20 Maret mendatang di Jakarta, pertemuan serupa juga akan diselenggarakan sehari setelahnya yaitu 21 Maret dalam skala nasional yaitu Youth Town Hall Nasional.

Youth Town Hall Nasional akan lebih berfokus pada pembangunan kesehatan di Indonesia dengan berbagai permasalahan yang dihadapi.

Dengan diadakannya pertemuan yang diikuti oleh pemuda secara internasional dan nasional ini diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan guna mencegah munculnya berbagai masalah penyakit di kemudian hari.

Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes Eni Gustina mencontohkan pencegahan kekerdilan pada anak atau stunting harus dilakukan sejak dini.

Pencegahannya tidak hanya dilakukan pada saat ibu hamil, tetapi lebih ke hulunya yaitu menjaga kesehatan remaja putri agar tidak anemia yang bisa mempengaruhi kondisinya saat mengandung dan melahirkan bayi.

SEAR Youth Town Hall pertama ini diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia dan WHO serta didukung oleh Center For Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) ini merupakan acara penting yang akan mempertemukan 1000 pemuda dengan usia antara 18-39 tahun.

Mereka akan berdiskusi dengan para pemangku kepentingan mengenai masalah-masalah pemuda dalam kesehatan masyarakat, mulai dari penyakit tidak menular, kesehatan kota, kesehatan mental, kesehatan seksual dan reproduksi, serta reformasi tenaga kerja kesehatan.

Forum ini akan diikuti oleh 950 anak muda Indonesia dan 40 anak muda dari 10 negara di kawasan Asia Tenggara.

Baca juga: SEAMEO: kesehatan dan gizi menjadi orientasi pembangunan SDM
Baca juga: IDI minta pembangunan kesehatan dilihat sebagai investasi SDM