Jakarta (ANTARA) - Proses penyediaan akomodasi bagi jamaah haji Indonesia di Arab Saudi sudah 50 persen rampung menurut Sekretaris Jenderal Kementerian Agama M Nur Kholis Setiawan.

"Proses penyediaan, utamanya terkait layanan akomodasi jamaah haji di Arab Saudi, dalam rentang sebulan ini alhamdulillah sudah mencapai 50 persen," kata Nur Kholis usai rapat dengan Komisi VIII DPR, yang pekan ini meninjau penyiapan pelayanan haji di Arab Saudi.

Menurut siaran pers Kementerian Agama yang diterima Rabu, tahapan penyediaan pelayanan bagi jamaah haji meliputi persiapan, seleksi, penetapan dan pengajuan usul penyedia layanan yang akan dikontrak.

"Tim penyediaan akomodasi bertugas untuk menyiapkan, memilih dan mengusulkan penyediaan akomodasi jamaah haji dengan prinsip yang efektif, transparan dan akuntabel," kata dia.

Dia mengatakan panitia penyelenggara pelayanan haji membutuhkan akomodasi untuk 210.697 orang, termasuk 204.000 di antaranya untuk anggota jamaah haji reguler, petugas kloter dan nonkloter, sisa penempatan dan cadangan. Sedangkan di Madinah, dibutuhkan akomodasi untuk 209.967 orang.

"Tim Akomodasi dengan 12 personel akan bertugas selama 86 hari. Ini baru sebulan. Saya optimistis target akan segera terpenuhi tepat waktu," kata dia.

Nur Kholis mengatakan penempatan jamaah di Mekkah tahun ini akan menggunakan skema baru. Jamaah akan ditempatkan di wilayah atau zona tertentu berdasarkan kelompok asal daerah.

Skema zonasi, lanjut dia, akan mempermudah pengawasan pelayanan serta menekan permasalahan perbedaan budaya dan kendala bahasa.

"Penerapan metode tersebut tentu akan dapat diikuti dengan penyesuaian pelayanan katering jamaah, yang diharapkan akan semakin mudah pengkondisiannya dengan menyesuaian cita rasa sesuai dengan selera daerah masing-masing," kata dia.

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis mengatakan proses pengadaan layanan katering sudah masuk tahapan peninjauan secara langsung ke lapangan.

Peninjauan, kata dia, dilakukan untuk memastikan kesiapan dapur perusahaan yang telah mengajukan penawaran.

"Ini adalah tahapan kelima, setelah pengumuman pengadaan, penerimaan pendaftaran, Aanwijzing serta pengajuan penawaran dan peyerahan berkas kelengkapan administrasi," kata dia.

Sedangkan proses penyediaan layanan transportasi, masih dalam tahap penerimaan pendaftaran dari perusahaan transportasi untuk pelayanan bus angkutan antarkota dan bus shalawat.

Baca juga:
Pemerintah sewa tiga tahun 16 hotel untuk jamaah haji di Makkah
Tim pelayanan haji 2019 segera bertolak ke Saudi