Serang (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menargetkan mulai Tahun Anggaran 2020 seluruh jalan di Kota Serang menggunakan kontruksi beton, karena dinilai kemanfaatan dan kekuatannya lebih bagus dibandingkan dengan aspal atau hotmix.

"Diharapkan pada tahun 2020 di seluruh jalan-jalan se-Kota Serang sudah dibeton. Kita targetkan sekitar 80 persen jalan di Kota Serang pakai beton. Hal ini diharapkan agar mobilisasi baik transportasi maupun masyarakat lebih mudah, dan perekonomian juga bisa lebih meningkat," kata Wali Kota Serang Syafrudin, dalam kunjungan kerja di Kecamatan Serang, di Serang, Senin (11/3).

Syafrudin menegaskan, target pembangunan jalan kontruksi beton dimulai Tahun 2020 tersebut, karena pada tahun 2019 belum dianggarkan. Sebab, pihaknya tidak ikut dalam pembahasan anggaran tahun 2019, sehingga belum bisa merealisasikan pembangunan jalan tersebut.

"Alasan mengapa memilih betonisasi karena dilihat dari sisi manfaat dan kekuatan jalan bisa bertahan lebih lama. Jadi nanti 80 persen jalan Kota Serang harus beton," kata Syafrudin.

Ia juga meminta para kepala kelurahan di Kota Serang untuk bisa memanfaatkan dana kelurahan yang nilainya masing-masing kelurahan Rp370 juta, untuk kepentingan masyarakat termasuk pembangunan jalan-jalan gang di masing-masing kelurahan.

"Kami perintahkan ke kelurahan, dan kecamatan agar jalan yang berlobang untuk secepatnya diperbaiki serta kalau bisa dibeton. Ya kita ini seharusnya malu Kota Serang ibu kota Provinsi Banten, akan tetapi jalan-jalan masih banyak yang rusak. Harapan kita agar secepatnya terealisasi dan masyarakat bisa merasakannya," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Serang Muhammad Ridwan mengatakan, untuk pemeliharaan jalan dan drainase Tahun 2019 dianggarkan diatas Rp1 miliar melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Serang. Diharapkan anggaran pemeliharaan jalan dan drainase yang nilainya hampir Rp2 miliar bisa mengurangi kerusakan jalan dan drainase di titik-titik tertentu di Kota Serang yang selama ini sering terjadi banjir.

"Kita sudah cek ke lapangan, dan ternyata ditemukan banyak ruas jalan dan drainase yang rusak seperti di depan Hotel Le dian. Maka dari itu, kita anggarkan kurang lebih Rp1 miliar pada tahun ini supaya tidak ada lagi jalan-jalan terutama jalan protokol yang berlubang," kata Ridwan.

Ia berharap, bangunan liar yang menutupi drainase tersebut secepatnya dibongkar, agar tidak menimbulkan banjir dikala musim hujan datang.

"Kami berharap bangunan-bangunan yang menutupi drainase agar dibongkar dan akan dinormalisasi, supaya tidak menimbulkan banjir. Mudah-mudahan di Kota Serang terjadi banyak perubahan ke arah yang lebih baik," katanya. ***1***