Purwokerto (ANTARA) - Perum Bulog Subdivisi Regional Banyumas mulai menyerap beras kualitas premium dari petani di wilayah eks Keresidenan Banyumas khususnya Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, yang telah memasuki masa panen.

"Dalam penyerapan beras kualitas medium ini, kami menggunakan skema 'buy to sell' atau beli langsung jual. Hingga saat ini, kami sudah menyerap atau membeli beras premium sekitar 180 ton," kata Kepala Bulog Subdivre Banyumas Sony Supriyadi di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin.

Ia mengatakan dalam pembelian beras kualitas premium tersebut, pihaknya mengikuti mekanisme pasar. "Kalau harganya sedang tinggi, kami ya mengikutinya. Kalau harga pasarnya murah, kami juga akan ikut jual rendah," jelasnya.

Akan tetapi khusus untuk beras kualitas medium, kata dia, pihaknya belum melakukan penyerapan meskipun sudah banyak petani yang panen padi.

Menurut dia, hal itu disebabkan Bulog Banyumas masih memiliki stok beras kualitas medium sekitar 11.000-12.000 ton yang tersimpan di sejumlah gudang.

"Apalagi harga beras kualitas medium di pasaran masih tinggi, sekitar Rp8.500 per kilogram, sedangkan gabahnya (gabah kering panen/GKP, red.) masih sebesar Rp4.200 per kilogram," katanya.

Dalam hal ini, Bulog menerapkan fleksibilitas harga 10 persen dari harga pembelian pemerintah (HPP), yakni sebesar Rp8.030 per kilogram untuk beras kualitas medium dan GKP di tingkat petani sebesar Rp4.070 per kilogram.

Disinggung mengenai stok beras di gudang Bulog Banyumas yang masih berkisar 11.000-12.000 ton, Sony mengatakan pihaknya menggunakan stok beras tersebut mendukung gerakan stabilisasi harga pangan (GSHP).

"Hanya saja, saat sebelum panen, peminatnya masih banyak. Namun sekarang, dengan adanya panen, peminatnya makin berkurang," katanya.

Ia mengatakan saat sebelum panen, penjualan beras kualitas medium yang dilakukan Bulog Banyumas melalui GSHP berkisar 50-100 ton per hari dan sempat mencapai 200 ton dalam sehari.

Akan tetapi saat sekarang, kata dia, penjualan beras kualitas medium yang dilakukan Bulog Banyumas melalui GSHP maksimal hanya 50 ton per hari.

Beras kualitas medium yang tersimpan di gudang Bulog sebelumnya merupakan pasokan beras untuk memenuhi kebutuhan penyaluran beras keluarga sejahtera (rastra).

Oleh karena saat sekarang penyaluran rastra diganti menggunakan bantuan pangan nontunai (BPNT), beras kualitas medium yang tersimpan di gudang Bulog digunakan untuk mendukung GSHP dan kegiatan lainnya.