Bogor (ANTARA) - Ratusan warga Kota Bogor, Jawa Barat antusias untuk menyaksikan proses evakuasi tiga gerbong KRL yang anjlok di Kebon Pedes Kota Bogor.

"Ingin tahu saja bagaimana proses evakuasinya," kata Dewi, seorang warga Bogor, Minggu.

Ratusan warga Bogor tersebut datang dari berbagai wilayah di Bogor. Warga tersebut memenuhi sisi kiri dan kanan jalur rel KRL tersebut.

Menurut dia anjloknya KRL ini harus menjadi perhatian serius pemerintah untuk mengetahui penyebabnya, sehingga tidak akan terjadi lagi.

"Mudah-mudahan tidak terjadi lagi," katanya.

Warga Bogor lainnya, Agung mengatakan tertarik melihat dari dekat proses evakuasi KRL anjlok ini karena belum pernah melihat bagaimana mengangkat kereta tersebut.

"Saya ingin lihat saja alat dan teknis seperti apa dan bagaimana caranya," ujarnya.

Proses evakuasi tiga gerbong tersebut dimulai sekitar pukul 17.40 WIB dengan mendatangkan alat berat khusus berupa crane kereta dari Direktorat Perkeretapian.

Pada pukul 19.10 WIB satu gerbong berhasil ditempatkan pada posisi rel yang ada.

Hingga pukul 19.25 WIB petugas masih terus melakukan evakuasi KRL anjlok tersebut.

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), menyatakan peristiwa anjloknya kereta commuter line KA 1722 di Bogor, Provinsi Jawa Barat, relasi Jatinegara-Bogor, pada Minggu pagi sekitar pukul 10.15 WIB itu.

VP Komunikasi Perusahaan PT KCI, Eva Khairunnisa dalam keterangannya di Jakarta, menyampaikan permohonan maaf atas gangguan perjalanan di lintas Bogor-Jakarta Kota.

"Atas nama perusahaan, kami sampaikan permohonan maaf sehubungan dengan anjlokan KA 1722 relasi Jatinegara-Bogor di petak jalan antara Cilebut-Bogor," kata Eva.
Baca juga: PT KAI siapkan alternatif angkutan Bogor - Jakarta
Baca juga: Korban KRL anjlok sudah ditangani dengan baik
Baca juga: Tiga korban KRL anjlok diizinkan pulang