Mempawah (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengharapkan proses pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah bisa selesai tepat waktu.

"Saya mengapresiasi proyek pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing ini sangat cepat dan saya berharap pembangunan pelabuhan tersebut selesai tepat waktu.," kata Sutarmidji saat meninjau proyek Pelabuhan Internasional Kijing di Mempawah, Selasa.

Saat meninjau Pelabuhan Internasional Kijing Mempawah, Sutarmidji bersama Kapolda Irjen Pol. Didi Haryono mengunjungi proyek pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah tersebut.

Dalam kunjungan itu, rombongan disambut langsung Bupati Mempawah H.Gusti Ramlana S.Sos dan perwakilan PT. Pelabuhan Indonesia II (Pelindo) M Nur Utomo. Tujuan kunjungan itu adalah untuk melihat progres perkembangan pembangunan pelabuhan internasional Kijing.

"Saya datang ke sini untuk memastikan kegiatan pembangunan ini tidak ada hambatan, saya minta permasalahan dengan nelayan segera terselesaikan dan Pelindo harus juga memenuhi janjinya kepada masyarakat segera cepat diselesaikan," tuturnya.

Sementara itu perwakilan PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo), M Nur Utomo mengungkapkan dengan kedatangan Gubernur Kalbar Sutarmidji ke proyek pembangunan pelabuhan internasional Kijing ini, PT. Pelindo II mendapat arahan langsung dari Gubernur terkait dengan percepatan pembangunan tersebut.

"Dampak sosial masyarakat dari pembangunan pelabuhan ini satu diantara arahan yang kami dapatkan dari gubernur, bagaimana cara penyelesaian dengan baik," kata M Nur Utomo.

Menurutnya dampak sosial masyarakat menjadi kendala utama dalam pembangunan pelabuhan ini, sebab ada beberapa jadwal yang sudah disepakati antara pihaknya dengan masyarakat yang masih tertunda. "Untuk penyelesaian dampak sosial masyarakat rencananya kita bulan April akan diselesaikan," tuturnya.

Progres pembangunan, M Nur Utomo menambahkan untuk pemancangan pilar di sisi laut proyek tersebut sudah dilakukan dan pihaknya sudah mengonsolidasikan tanah pembangunannya. "Kami memperkirakan proyek pembangunan sudah beroperasi tahap pertama pada 2010," katanya.

(KR-RDO)