Jakarta (ANTARA News) - Para pedagang mengaku omzet penjualannya meningkat setelah Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Tanah Abang beroperasi pada Desember 2018.

Sejak menempati kios di JPM Tanah Abang selama dua bulan ini, Ade (28) yang berjualan pakaian pria mendapatkan keuntungan hingga 40 persen lebih besar dari biasanya.

"Dalam sehari saya dapat satu juta rupiah. Sekarang bisa satu setengah juta rupiah. Terasa sekali perbedaannya," tutur Ade.

Sebelum menempati kios di JPM Ade berjualan di sepanjang jalan Jatibaru Raya selama dua tahun. Ia kerap kucing-kucingan dengan petugas keamanan karena berjualan tanpa izin.

"Selain lebih untung, berjualan di JPM juga lebih tenang karena tidak perlu takut dikejar petugas seperti dulu. Lokasi di sini juga lebih bersih dan sejuk sehingga pelanggan betah berlama-lama ketika memilih barang-barang belanjaan," tambah Adi.

Penjual aksesoris perempuan Ade (33) juga memperoleh keuntungan berlipat sejak menempati kios di JPM. Ade yang menjual bros, kalung, anting, dan pernak-pernik perempuan lainnya, merasa nyaman selama beraktivitas di JPM.

"Di sini ada beberapa CCTV dan pihak keamanan yang selalu berjaga selama 24 jam. Jadi tidak perlu khawatir ada barang dagangan yang hilang," kata Ade.

JPM Tanah Abang mampu menampung sekira 400-an pedagang. Jembatan ini dilengkapi empat toilet ramah lingkungan, musala, 26 unit alat pemadam api ringan dan stasiun pengisian daya listrik.
Baca juga: Hanya satu toilet berfungsi di JPM Tanah Abang