Yogyakarta (ANTARA News) - Kelompok Studi Biologi Pecinta Alam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta (Biolaska) melakukan eksplorasi biodiversitas di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, melalui ekspedisi Baladewa selama 15 hari.

"Ekspedisi yang digelar dua tahunan ini memilih Pulau Bawean sebagai destinasi ekspedisi karena memiliki keanekaragaman biodiversitas yang tinggi baik dari suaka margasatwa maupun cagar alam," kata Kepala Suku Biolaska Tunjung Nugrahaeni di Yogyakarta, Selasa.

Di Pulau Bawean, menurut dia, terdapat antara lain habitat dari rusa endemik bawean (Axis kuhlii), kupu-kupu endemik bawean (Atrophaneura coon sangkapura), babi kutil (Sus Verrucosus) dan elang ular bawean (Spelormes cheela baweanus).

Ia mengatakan ekspedisi ini bekerja sama dengan Balai Konservasi dan Sumberdaya Alam Jawa Timur. Pelaksanaan ekspedisi Baladewa didampingi langsung oleh petugas resor Pulau Bawean yang dikepalai Nur Syamsi.

"Ekspedisi ini diharapkan menjadikan anggota Biolaska semakin bersemangat untuk melakukan penelitian dan mengeksplorasi biodiversitas Indonesia, dengan mengetahui tentu akan menjaga dengan baik agar lestari," kata Nugraheni.

Divisi Keorganisasian Biolaska Bella Pratiwi Kurnia Pratama mengatakan Biolaska berhasil membuat database untuk biodiversitas Pulau Bawean berupa avifauna, herpet, orchidaceae, lepidoptera, dan odonata.

"Database itu meliputi keanekaragaman dan persebaran di empat lokasi yang berbeda di Pulau Bawean, yakni Suaka Margasatwa Gunung Besar, Suaka Margasatwa Teneden, Suaka Margasatwa Payung-Payung, dan Danau Kastoba," katanya.

Ia mengemukakan hasil ekspedisi Baladewa untuk burung mendapatkan 45 jenis, herpet 22 jenis, orchidaceae 28 jenis, lepidoptera 80 jenis, dan donata 24 jenis.

"Tim burung bertemu dengan elang ular bawean setiap minggu dan tim anggrek berhasil menemukan jenis anggrek yang belum teridentifikasi dan pakar anggrek pun belum tahu itu jenisnya apa," katanya.

Selain penelitian ekspedisi, menurut dia, Biolaska juga melakukan reboisasi di Kecamatan Tambak dengan menanam 300 bibit pohon di kawasan Suaka Margasatwa Gunung Payung-Payung. Penghijaun ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan jumlah tumbuhan yang ada di kawasan konservasi.

"Kami juga melakukan sosialisasi serta edukasi konservasi mangrove di Pantai Hijau untuk penduduk setempat," kata Bella.

Ekspeditor Baladewa antara lain Faisal SN, Tunjung N, Emi Ma`rufah, Bella Pratiwi KP, Fikri Wildan, Rafi Nur A, Nur Annisa R, Irma DY, Rohmatu M, Diyah A, Nur Anita S, Dwi AS, Bela P, Resa NP, Risti Z, Auliya N, Dhanis NA, dan Hidayatun TN.*


Baca juga: Pulau Bawean akan menjadi destinasi maritim dunia

Baca juga: Dewan Riset Nasional dorong inovasi berbasis biodiversitas