Pamekasan (ANTARA News) - Tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI dan polisi mengevakuasi korban ledakan "bondet" (bom ikan) di sebuah penambangan batu di Desa Seddur, Pamekasan, Jawa Timur, Rabu.

"Warga yang menjadi korban ledakan `bondet` itu bernama Muhebbi (45) dan saat ini jenazah korban telah berada di rumah duka," kata Kapolsek Pakong AKP Tarsun, Rabu sore.

Lokasi kejadian di atas bukit tambang batu di Dusun Kenek, Desa Seddur, Kecamatan Pakong, sekitar 15 kilometer kearah utara Kota Pamekasan.

"Kejadiannya tadi pagi sekitar pukul jam 10.00 WIB dan korban merupakan penambang batu," katanya menjelaskan.

Kapolsek menuturkan, Muhebbi merupakan penambang batu di bukit Dusun Kenek, Desa Seddur dan ia menggunakan bahan peledak jenis bondet untuk menghancurkan batu.

"Entah mengapa secara tiba-tiba bondet itu meledak terlebih dahulu. Kemungkinan ada sambungan kabel yang rusak," ucap kapolsek.

Ledakan itu, langsung mengenai tubuh korban dan sebagian wajahnya, dan ia langsung meninggal dunia di tempat kejadian perkara.

"Korban mengalami luka bakar di tangan, paha dan luka parah di wajah," ujar Tarsun, menuturkan.

Kasus ledakan bondet di lokasi penambangan batu di Bukit Dusun Kenek, Desa Seddur, Kecamatan Pakong, Pamekasan, Madura, Jawa Timur itu, pertama kali diketahui warga setempat, karena mendengar suara ledakan keras dan teriakan dari balik bukit.

Warga selanjutnya menghampiri sumber suara ledakan itu, dan ditemukan korban sudah sudah tak bernyawa.

Kejadian itu selanjutnya dilaporkan warga ke aparat desa setempat dan aparat desa melaporkan kejadian itu Mapolsek Pakong dan Koramil Pakong.

Baca juga: Polres Sumenep periksa saksi ledakan barang bukti bom ikan di Giligenting

Baca juga: Polri: kasus di Pasuruan merupakan ledakan bom ikan